2 September 2026 14:46
Jambi: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi kini semakin dioptimalkan melalui sistem pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time. Langkah terintegrasi ini dipusatkan langsung di Posko Darat Korem Jambi dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan BMKG.
Dalam pelaksanaannya, tim Satgas mengintegrasikan data dari lima aplikasi pemantauan sekaligus, termasuk sistem SIPONGI dan data satelit NASA. Informasi yang dipantau mencakup arah serta kecepatan pergerakan angin hingga penetapan koordinat presisi titik api di lapangan.
Data pemantauan udara tersebut menjadi acuan utama bagi Satgas Udara dalam menentukan target penyemaian garam untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hasilnya, hujan buatan berhasil dipicu di beberapa wilayah yang dinilai memiliki kerawanan tinggi.
Tim patroli darat juga melakukan pemantauan dan pendinginan (cooling down) di area yang sempat terbakar, yang lahannya diperkirakan mencapai puluhan hektare. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sisa-sisa material terbakar benar-benar padam dan tidak memicu timbulnya titik api baru.
Melalui upaya tersebut, laporan pemantauan terbaru mencatatkan penurunan signifikan pada hotspot di Jambi, bahkan sempat menyentuh angka nihil. Meski demikian, tim gabungan terus menyiagakan patroli darat serta evaluasi berkala di lapangan.
Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menjelaskan bahwa langkah antisipasi karhutla di Provinsi Jambi sebenarnya telah dirancang dan digulirkan sejak awal tahun.
"Sebetulnya kita mengantisipasi karhutla di Jambi ini sudah mulai dari bulan empat (April) dengan melaksanakan rakor-rakor, lalu bulan lima (Mei) sosialisasi. Jajaran Babinsa juga sudah mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar saat membuka lahan," ujar Brigjen TNI Nyamin dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 2 September 2026.
Namun, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah seiring berlangsungnya musim kemarau. Karena itu, pemerintah dan aparat terus memperkuat kesiapsiagaan di daerah rawan.
“Kita sudah menempatkan 81 pos di Provinsi Jambi ini. Itu kita tempatkan di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.