Kontroversi Tarian Tak Pantas dalam KONI Kudus Award, DPRD Angkat Bicara

1 January 2026 10:57

Acara KONI Kudus Award yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Kudus menjadi perbincangan hangat di kalangan elit DPRD Kudus. Kontroversi muncul karena sejumlah pihak menilai penampilan tarian dari sang penari tidak sesuai dengan citra Kudus sebagai kota santri.

Padahal, keberadaan tarian ini pada dasarnya merupakan bagian dari penampilan cabang olahraga dance sport yang berada di bawah naungan Ikatan Olahraga Danceport Indonesia (IODI). Meskipun demikian, Ketua Komisi D DPRD Kudus Mardjianto, menyatakan akan segera memanggil Ketua KONI Kabupaten Kudus untuk dimintai penjelasan serta dilakukan evaluasi.

Marjianto menyampaikan bahwa Pendopo merupakan tempat yang sangat sakral, sehingga penampilan tarian tersebut dinilai kurang pas. Ia menegaskan bahwa secara pribadi dan kelembagaan, dirinya merasa keberatan mengingat Kudus merupakan kota santri yang menaungi dua makam Sunan, yaitu Sunan Muria dan Sunan Kudus.
 



"Pendopo ini tempatnya sangat sakral. Tidak untuk tempat seperti itu, kurang pas. Ada hal lain yang ingin ditampilkan di situ, yang sopan," ujar Mardjianto, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 1 Januari 2026.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)