NEWSTICKER

Ironi Kasus Kekerasan di Dunia Pendidikan

22 September 2022 11:40

Aksi kekerasan pada anak di dunia pendidikan kian marak di berbagai daerah. Bahkan, kasus ini berujung maut di lokasi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak dan wadah menimba ilmu. 

Kasus kekerasan terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Ponorogo, Jawa Timur. Seorang santri bernama Albar Mahdi meninggal dunia usai mengikuti perkemahan. Setelah didesak keluarga korban, pihak Ponpes akhirnya menyatakan bahwa korban meninggal akibat dianiaya oleh dua seniornya. Penganiayaan tersebut terjadi lantaran korban dituduh menghilangkan peralatan kemah. 

Kasus serupa terjadi di Ponpes Darul Qur'an Lantaburo, Cipondoh, Tangerang, Banten. Seorang santri bernama Rio Andika Putra meninggal dunia karena dianiaya 12 santri yang tersinggung usai korban membangunkan salah satu santri senior secara tidak sopan, yakni dengan menendang. 

Tak hanya itu, kasus kekerasan berupa seksual kerap terjadi di sekolah. Ironisnya, seorang siswi sekolah dasar di Medan, Sumatera Utara menerima kekerasan seksual diduga dari kepala sekolah. Hal yang sama juga terjadi di Kota Batu, Malang yang dilakukan oleh pemilik SMA Selamat Pagi Indonesia, Julianto Eka Putra. Tak hanya melecehkan siswinya, Julianto juga diduga mengeksploitasi ekonomi terhadap anak dengan memperkerjakan enam anak di bawah umur di lingkungan sekolah.