Kekerasan Terhadap Santri Terjadi di Pondok Pesantren

23 October 2022 13:33

Kekerasan terhadap santri di pondok pesantren (ponpes) kembali terjadi. Orang tua santri yang anaknya menjadi korban menyatakan, pihak ponpes seolah menutupi kejadian kekerasan tersebut.

"Menutupi (kejadian kekerasan) karena kenapa, kejadian itu sudah tiga minggu yang lalu," kata orang tua korban, Ermawangi. 

Peristiwa penganiayaan terhadap santri berinisial F (12) diketahui orang tuanya usai sang anak meminta dijemput karena merasa sakit. Korban mengalami muntah-muntah. Kemudian, sang ibu mendesak anaknya menceritakan apa yang terjadi di pondok pesantren. Korban mengaku, dianiaya santri lain yang usianya lebih dewasa.

Ibu korban menyebut, anaknya dianiaya saat ditugaskan piket oleh pihak ponpes di asrama santri bersama teman-temannya. Lalu korban bertanya kepada pelaku yang tidak mengajak teman seangkatannya saat tugas piket. Pelaku tak senang dengan pertanyaan korban dan menganggap korban membantah seniornya itu. Korban yang dianggap membantah dibawa ke dalam kamar dan dianiaya.

Korban langsung mengadukan hal tersebut ke pengurus kamar santri. Sayangnya, justru Pihak ponpes malah mengancam dan meminta kasus ini tidak diadukan ke orang tua korban. Atas kejadian ini, orang tua korban berencana melaporkan ke pihak kepolisian Subdit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Christine Sheptiany)