Harga Minyak Dunia Anjlok, Kementerian ESDM Beri Sinyal Penyesuaian Harga Pertamax

17 June 2026 22:25

Harga minyak mentah dunia tercatat terus mengalami tren penurunan yang signifikan. Merespons kondisi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal adanya potensi penyesuaian (penurunan) harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamax.

Anjloknya harga emas hitam ini dipicu oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur strategis yang kembali terbuka ini memberikan jalan bagi Iran untuk mendistribusikan kembali minyaknya ke pasar global.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa harga BBM non-subsidi di dalam negeri sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah dunia. Ia memastikan harga BBM jenis Pertamax akan ikut turun seiring merosotnya harga minyak global, meski pemerintah belum bisa memastikan kapan penyesuaian tersebut akan diberlakukan.

"Kalau ditanya akan turun enggak? Harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," kata Dwi dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.

Dwi menjelaskan, pada April lalu Presiden sempat mengarahkan agar harga BBM non-subsidi ditahan guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi. Namun, dinamika pasar global membuat pelaku usaha pada akhirnya harus menyesuaikan harga jual dengan nilai keekonomian.
 

Baca Juga :

 


Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menilai bahwa penyesuaian harga Pertamax memang sudah seharusnya dilakukan mengingat harga bahan baku utamanya tengah menurun.

"Itu praktis harus disesuaikan, karena Pertamax itu BBM non-subsidi yang diatur memang sesuai dengan bahan bakunya, yaitu crude atau minyak mentah. Dan betul, hari ini turun 5 persen dalam sehari," ujar Sugeng.

Meski mendorong adanya penyesuaian harga, DPR tetap mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu-buru. Pasalnya, kondisi pasar energi global saat ini dinilai masih sangat volatil dan belum sepenuhnya stabil pascakonflik.

Berdasarkan data per Rabu, 17 Juni 2026, harga minyak dunia kembali merosot sekitar 5 persen dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir. Dalam sepekan, minyak mentah Brent bahkan turun hingga 15 persen. Saat ini, harga minyak mentah Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan berada di bawah USD80 atau di kisaran USD76 hingga USD79 per barel.

Angka ini mulai mendekati harga sebelum pecahnya konflik AS-Iran pada akhir Februari 2026 lalu, di mana Brent berada di level USD72,48 dan WTI di USD67,02 per barel.

(Sofia Zakiah)