Ribuan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) memadati kawasan Tiban Mentarau, Kota Batam dalam acara halalbihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
“Menghimpun seluruh masyarakat KKST yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini agar kita bisa bersatu, bersaudara, serta mempererat tali silaturahmi kita. Ayo lepaskan semua jabatan kita, lepaskan harta yang kita punya, itu artinya tidak ada kesenjangan antara kita.” kata Tokoh Masyarakat Sulawesi Tenggara, Laode Salman, dikutip dari tayangan Headline News, Metro TV, Senin, 27 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat perantauan asal Sulawesi Tenggara yang menetap di Batam dan sekitarnya. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Walikota Batam, Gubernur Kepulauan Riau, serta Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Riau Pietra Paloh. Suasana kegiatan diwarnai nuansa budaya khas Sulawesi Tenggara, mulai dari
pertunjukan seni tradisional hingga sajian kuliner seperti lapa-lapa dan kasuami.
Pietra Paloh mengajak masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan di tengah keberagaman di Kota Batam yang disebut sebagai miniatur Indonesia.
“Ini menunjukkan betapa beragam
budaya yang ada di Kepri, latar belakang masyarakat yang ada di Kepri, tapi yang penting bahwa kita juga harus tetap mengangkat nilai-nilai budaya yang ada dari setiap daerah yang ada di Batam ataupun Kepri. Karena ini merupakan miniatur Indonesia yang menjadi acuan bagi seluruh masyarakat bahwa Batam ini merupakan melting pot, suatu bentuk contoh pluralisme yang berhasil di Indonesia.” ucap Pietra Paloh.