22 January 2026 15:43
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoedin, resmi melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kapasitas pemikiran dan analisis pertahanan negara di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Para tenaga ahli tersebut terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan akan ditempatkan sebagai tenaga ahli utama, madya, dan muda. Fokus tugas mereka akan mencakup kedeputian bidang geoekonomi, geopolitik, serta geostrategis.
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pengangkatan ini bertujuan mengintegrasikan keahlian akademis dengan pengalaman praktis. Hal ini diharapkan mampu mendukung DPN dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang lebih adaptif dan berbasis analisis jangka panjang. Pemerintah menargetkan Dewan Pertahanan Nasional dapat semakin responsif dalam membaca dinamika geopolitik, geoekonomi, dan geostrategis.
Noe Letto dan Frank Hutapea Masuk Jajaran
Dari daftar nama yang dilantik, dua sosok publik mencuri perhatian. Mereka adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang akrab disapa Noe Letto, serta Frank Alexander Hutapea.
Kehadiran sosok dari latar belakang yang beragam, termasuk budaya dan hukum, diharapkan dapat memperkaya perspektif DPN dalam memperkokoh fondasi kebijakan pertahanan Indonesia ke depan.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)