Polisi masih mendalami penyebab kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Polisi juga mendalami kemungkinan adanya zat berbahaya seperti sianida pada tubuh korban.
Isak tangis keluarga tak terbendung mengiringi pemakaman ibu dan dua anak yang ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan mereka di kawasan Warakas, Jakut
Ketika korban adalah Siti Sholihah (50), Afiah Aladilah Jamaluddin (27), serta Adnan Alabrar Jamaluddin (13).
Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya, Abdullah Syauki Jamaluddin yang ditemukan dalam kondisi kritis masih menjalani perawatan intensif di RSUD Koja Jakut.
"Simpang siur makanya ini masih hasil autopsi masih nunggu lima hari dari kemarin pas dibawa pulang itu katanya nunggu lima hari. Nah, ini anaknya juga masih di rumah sakit," ujar keluarga korban, Yunita.
Hingga kini kepolisian dari Polres Jakarta Utara (Jakut) masih menyelidiki penyebab kematian korban. Sebanyak 10 orang saksi yang terdiri dari keluarga korban, tetangga, dan kerabat termasuk anak korban yang selamat juga dimintai keterangan.
Polisi juga telah menggelar olah TKP dan menyitas jumlah barang bukti berupa tiga bungkus makanan, botol air mineral, serta HP milik para korban.
Tim Puslabfor Polri juga telah menguji sejumlah barang yang ditemukan di sekitar korban. Dari hasil pemeriksaan terdapat ruang merah di sekujur tubuh ketiga korban
meninggal dunia dan mulut ketiga korban mengeluarkan busa.
Selain daripada itu, kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratoris untuk menemukan bukti-bukti pendukung lainnya.
"Belum bisa kita tentukan. Hari ini pun sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif dari penyidik. Kami juga mendampingi kasus kematian satu keluarga ini sempat menghebohkan warga sekitar karena para korban ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar," Kasatreskrim Polres Jakut AKBP Onkoseno Grandiarso dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.