Menteri PKP Puji BRI sebagai Penyalur KPP Terbesar Nasional

26 May 2026 17:22

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp9,2 triliun, atau menyumbang 54 persen realisasi nasional, per 25 Mei 2026. Capaian ini menjadikan BRI sebagai bank yang menyalurkan KPP paling banyak di antara bank lain.

Jumlah tersebut terdiri dari sisi supply sebanyak 752 nasabah senilai Rp1,1 triliun. Kemudian dari sisi demand sebanyak 65.576 nasabah, senilai Rp8,1 triliun.

"Jadi terbesar dari semua bank. Jadi semua bank digabung dengan BRI sendiri, lebih banyak BRI," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dalam program Metro Siang Metro TV, Selasa, 26 Mei 2026.

Ara, biasa disapa, memberikan pujian kepada pihak BRI atas capaian tersebut. Terlebih, KPP merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto

"Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada pak dirut (Direktur Utama BRI Hery Gunardi), karena bapak ini yang terbesar untuk KPP yang diciptakan oleh Presiden Prabowo," kata Ara.


 

Baca juga: Skema Baru KUR Perumahan untuk Dongkrak UMKM Naik Kelas





Menanggapi hal tersebut, Dirut BRI Hery Gunardi menilai capaian tersebut bisa diraih berkat dukungan lebih dari 7.500 kantor cabang di seluruh Indonesia. Banyaknya kantor cabang mendorong pemerataan program KPP hingga ke daerah.

"Jadi masyarakat ataupun juga nasabah bisa mendatangi cabang kita yang memang luas, ada di mana-mana. Program ini (KPP) juga berlaku di semua cabang," kata Hery.

Secara nasional, realisasi KPP dari seluruh perbankan telah mencapai Rp16,8 triliun, per 25 Mei 2026. Dari total tersebut, sisi pasokan atau supply menyerap Rp4,8 triliun. Sedangkan sisi permintaan atau demand mencapai Rp11,9 triliun.

"Debiturnya dari segi supply itu ada 1.875. Berarti kontraktor, developer, dan toko bangunan. Dari segi debitur, dari segi demand, 78.001 orang," kata Ara, menambahkan.

Untuk diketahui, terdapat tiga profesi yang terlibat langsung dalam program KPP, yakni kontraktor, developer, dan toko bangunan. Program KPP memberikan subsidi bunga sebesar lima persen, dengan harapan dapat mendorong pengusaha kecil naik kelas dan melahirkan kelas menengah baru. 

Sementara bagi nasabah yang melakukan peminjaman di bawah Rp100 juta, tidak dikenakan jaminan dengan bunga hanya 0,5 persen per bulan, atau lima persen per tahun.
 

(Nopita Dewi)