7 April 2026 12:59
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait musim kemarau tahun ini yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih lama. Kondisi curah hujan yang berada di bawah normal meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
"Pada tahun ini akan terjadi kekeringan yang lebih awal dan lebih panjang. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di banding tahun 2025 pada 2026 ini akan lebih mengancam kita secara bersama." kata Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 7 April 2026.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyebut kemarau dini sudah mulai teridentifikasi di wilayah Riau dan Kalimantan Barat sejak Januari lalu. Tak hanya datang lebih cepat, musim kering tahun ini diprediksi akan bertahan hingga awal Oktober mendatang.
"Kita sudah mengidentifikasi selama Januari sampai April ini ada kemarau dini di Riau dan Kalimantan Barat," ucapnya.
| Baca juga: 12 Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan Ini Rawan Karhutla |