2 April 2026 00:16
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menyatakan rencana untuk menarik mundur pasukannya dari Iran dalam waktu dua hingga tiga pekan mendatang. Langkah ini diambil di tengah tekanan domestik akibat melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat serta perlawanan sengit dari pihak Iran.
Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa solusi untuk menurunkan harga bensin yang telah mencapai rata-rata nasional USD4 per galon adalah dengan keluar dari konflik tersebut. Ia percaya bahwa penarikan diri adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang yang telah mengganggu pasokan energi global dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia.
"Saya rasa dalam dua atau tiga pekan kita akan pergi," ujar Trump.
Selain rencana penarikan pasukan, Trump juga mengeluarkan pernyataan blak-blakan terkait permintaan bantuan dari sekutu Eropa dan NATO untuk mengamankan pasokan minyak dan gas. Trump menegaskan bahwa negara-negara tersebut harus mampu mengamankan kepentingan energi mereka secara mandiri.
"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melewati Selat Hormuz dan mereka bisa menjaga diri mereka sendiri," tambahnya.
| Baca juga: Sering Tidak Konsisten, Pengamat Ragukan Janji Trump Akhiri Perang Iran |