Rayakan Milad ke-5, BSI Tegaskan Posisi Sebagai Bank Emas Pertama RI

3 February 2026 22:59

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menandai perjalanan lima tahun kiprahnya dengan menggelar tasyakuran milad pada Senin pagi, 2 Februari 2026. Dalam momentum spesial ini, BSI mengumumkan babak baru perjalanan korporasi dengan resmi menyandang status sebagai Persero serta menegaskan posisinya sebagai Bank Emas (Bullion Bank) pertama di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa di usia yang kelima ini, BSI mengusung strategi dua mesin untuk memacu pertumbuhan bisnis. Mesin pertama tetap berfokus pada perbankan syariah sebagai fondasi utama, sementara mesin kedua adalah bisnis emas.

"Di spirit tahun kelima ini kita menegaskan kembali bahwa BSI adalah Bank Emas pertama Indonesia. Kita ingin memastikan bisnis di BSI punya dua engine; pertama perbankan syariah, yang kedua adalah bisnis emas," ujar Anggoro.
 

Baca juga:
BSI Resmi Naik Kelas sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

Langkah Emas untuk Generasi Emas

Mengusung tema "Langkah Emas untuk Generasi E.M.A.S.", BSI menilai bisnis emas memiliki peran strategis sebagai instrumen investasi jangka panjang dan safe haven. Anggoro menyebut, amanah sebagai Bullion Bank yang diterima dari Presiden Prabowo Subianto sejak 26 Februari 2025 lalu telah memberikan banyak pelajaran berharga untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah.

"Bisnis emas akan melengkapi produk-produk syariah yang ada sekarang, agar masyarakat bisa punya investasi dan perencanaan keuangan yang baik," tambahnya.

Selain transformasi bisnis, BSI juga mencatatkan sejarah baru dalam aspek legalitas. Terhitung sejak 23 Januari 2026, status perseroan resmi berubah menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Dengan status baru ini, BSI kini secara resmi menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perubahan status ini diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis, kapasitas permodalan, serta daya saing perusahaan dalam memperluas jejak bisnis di kancah nasional maupun global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)