5 September 2026 17:39
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kian memprihatinkan. Hingga Sabtu, 5 September 2026, Balai Besar TNBTS mencatat total luas lahan yang terbakar telah mencapai 3.072 hektare.
Guna mempercepat proses pemadaman, Kodim 0821 Lumajang menerjunkan satu peleton personel TNI untuk membantu petugas di lapangan. Petugas mengidentifikasi kepulan asap masih muncul di dua titik strategis, yakni Blok Cengkeng yang berbatasan dengan perkebunan warga, serta Blok Gunung Kepolo yang hanya berjarak 2 kilometer dari puncak Semeru.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif melalui jalur udara dan darat. Selain mengerahkan helikopter water bombing, puluhan personel gabungan juga melakukan pemadaman manual dan pembasahan di sepanjang jalur pendakian untuk memastikan api tidak kembali merembet.
Baca Juga :
Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol Arh. Anton Subhandi, memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar lebih waspada di tengah cuaca ekstrem. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang memicu api, seperti membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan.
"Mari kita semua jaga kelestarian hutan di TNBTS sebagai sumber kehidupan sekaligus mencegah kerugian yang dapat mengancam lingkungan, satwa, kemudian masyarakat, serta kelangsungan ekosistem," ungkap Anton dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 5 September 2026.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus bersiaga di lokasi guna memantau perkembangan titik api dan memastikan kondisi benar-benar aman.