Penulis Naskah: Film 'Istimewa' Terinspirasi Kisah Nyata 6 Anak Disabilitas

Enrich Samuel • 24 July 2026 11:26

Jakarta: Film berjudul Istimewa siap tayang di bioskop pada 17 September mendatang. Terinspirasi kisah nyata tentang perjuangan, kasih sayang, dan semangat enam anak penyandang disabilitas ini resmi diperkenalkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kairos Pictures, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Disutradarai Ruben Adrian dan juga ditulis langsung oleh Abdullah Mansuri, pemilik yayasan disabilitas, film Istimewa mengisahkan sosok Pak Hahendra yang dengan penuh kasih sayang merawat sekumpulan anak, termasuk enam anak penyandang disabilitas.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan berbagai tantangan hidup, mereka tetap saling mengasihi dan menjalani kehidupan layaknya sebuah keluarga. Namun, kehangatan itu terusik saat kondisi kesehatan Pak Mahendra mendadak menurun, memaksa anak-anak yang selama ini bergantung padanya menghadapi kenyataan yang tidak mudah.

"Iya, ini film memang kita peruntukkan untuk semua umur, jadi anak juga bisa. Karena paparan media sosial cukup besar terhadap bullying terhadap disabilitas, maka kita memang sudah menyiapkan ini untuk bisa menjadi pelajaran bagi anak-anak sekolah, anak-anak usia dini untuk melihat film ini agar lebih menghargai teman-teman disabilitas," kata penulis film Istimewa, Abdullah Mansuri. Film persembahan Kairos Pictures ini dibintangi aktor senior Mathias Muchus sebagai Pak Mahendra, Agus Kuncoro, Ence Bagus, Ajhil Ditto, Yanni Melwani, serta enam anak penyandang disabilitas yang turut menjadi pemeran.

Tak hanya menyuguhkan cerita yang menguras emosi dan sarat pesan tentang keluarga, film Istimewa juga menjadi simbol inklusivitas di industri perfilman Indonesia. Kehadiran enam anak penyandang disabilitas, termasuk Aldi sebagai salah satu pemeran Utama, menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkarya dan meraih mimpi di dunia film Tanah Air.

"Kisahnya mereka, mereka pemeran utamanya, mereka yang nge-lead film ini, mereka yang menjadi aktor utamanya, mereka yang setiap saat disorot kamera, maka kesempatan ini menjadi kesempatan anak disabilitas. Bukan sebagai ajang untuk promosi, tetapi sebagai pure kesempatan. Full, nggak pernah ada satu scene pun yang tanpa mereka. Full mereka ada di frame," ujar Abdullah Mansuri.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X