30 Hektare Lahan Meikarta Dihibahkan untuk Rusun Subsidi MBR

4 July 2026 10:16

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menerima hibah lahan seluas 30 hektar dari PT Lippo Cikarang Tbk di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Lahan yang telah berstatus clear and clean itu akan dialihkan menjadi aset negara melalui Kementerian Keuangan. Selanjutnya, aset tersebut akan dijadikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN agar pembangunan rusun subsidi dapat segera dilaksanakan.

Kementerian PKP menyebut skema hibah lahan ini akan memangkas komponen biaya tanah yang selama ini mencapai sekitar 30 hingga 40 persen dari harga hunian. Dengan demikian, harga unit rusun diharapkan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain menekan harga, pemerintah juga menyiapkan opsi tenor kredit hingga 40 tahun dengan skema bunga berjenjang. Skema tersebut ditujukan agar masyarakat dapat memilih jangka waktu cicilan sesuai kemampuan pendapatan masing-masing.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengapresiasi hibah lahan yang diberikan PT Lippo Cikarang. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program pemerintah untuk memperluas penyediaan rumah bagi masyarakat melalui semangat gotong royong.

"Tentu dari anggaran negara kita sangat apresiasi terhadap itikad baik dari Lippo untuk menghibahkan tanahnya. Ini sejalan dengan program perumahan, yaitu gotong royong membangun rumah untuk rakyat," kata Sri dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026. 

Ia menjelaskan, hibah lahan merupakan bentuk kepedulian dunia usaha dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat. Dengan tidak memasukkan harga tanah ke dalam komponen harga jual, unit rusun yang dibangun di atas lahan tersebut diharapkan lebih terjangkau.

"Bagaimana pengusaha-pengusaha yang sudah sukses peduli. Istilah Pak Menteri adalah 'berbagi-nomics'. Kemudian memberikan lahannya untuk bisa dibangun rumah susun, sehingga nanti harga yang terbentuk itu dikecualikan dari harga tanah. Sehingga harga rusunnya menjadi lebih affordable untuk masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X