Mengenal Sleepmaxxing, Tren Optimalkan Kualitas Tidur-Tips Kesehatan

9 August 2026 12:09

Jakarta: Sudah tidur selama delapan jam tetapi tetap merasa lelah saat bangun? Bisa jadi, persoalannya bukan hanya soal berapa lama Sobat MTVN Lens tidur, tetapi juga bagaimana kualitas tidur tersebut. Kondisi ini kemudian membuat tren sleepmaxxing semakin menarik perhatian karena menawarkan berbagai cara untuk mengoptimalkan kualitas tidur.

Tren tersebut mengajak orang untuk melakukan berbagai kebiasaan dan menggunakan sejumlah perangkat dengan tujuan mendapatkan tidur yang lebih cepat, nyenyak, dan berkualitas. Namun, apakah semua praktik sleepmaxxing benar-benar aman dan efektif? simak penjelasan berikut.
 

 

Apa Itu Sleepmaxxing?

Mengutip laman resmi Rumah Sakit Pusat Pertamina, Sleepmaxxing merupakan istilah yang berasal dari gabungan kata sleep yang berarti tidur dan maxxing, istilah slang yang merujuk pada upaya memaksimalkan sesuatu.

Secara sederhana, sleepmaxxing merupakan praktik mengoptimalkan kualitas tidur dengan memanfaatkan berbagai kebiasaan, teknologi, hingga pengaturan lingkungan sekitar. Tujuannya adalah membantu seseorang mendapatkan waktu tidur yang lebih berkualitas sehingga tubuh dapat beristirahat secara optimal.

Praktik yang Dilakukan

Ada berbagai cara yang kerap dikaitkan dengan tren sleepmaxxing. Beberapa di antaranya adalah menggunakan sleep tracker untuk memantau pola tidur, menggunakan lampu redup otomatis, hingga memakai cooling mattress untuk menciptakan kondisi tidur yang dianggap lebih nyaman.

Selain itu, ada pula praktik seperti mouth taping, yaitu menutup mulut menggunakan plester saat tidur, menghindari penggunaan perangkat teknologi sebelum tidur, hingga mengonsumsi magnesium sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur. Namun, tidak semua metode tersebut memiliki manfaat yang sama bagi setiap orang.

Di balik popularitasnya, sleepmaxxing juga mendapat perhatian karena sejumlah praktiknya berpotensi menimbulkan risiko apabila dilakukan sembarangan. Misalnya, penggunaan plester pada mulut saat tidur dapat menimbulkan masalah, terutama bagi orang dengan kondisi tertentu yang memengaruhi pernapasan.

Selain itu, penggunaan berbagai perangkat pemantau tidur juga dapat membuat seseorang terlalu fokus pada angka atau skor kualitas tidurnya. Kondisi tersebut dikenal sebagai orthosomnia, yakni kecenderungan terobsesi mendapatkan pola atau skor tidur yang dianggap sempurna. Alih-alih membuat tidur lebih berkualitas, terlalu fokus memantau tidur justru dapat memicu kecemasan dan membuat seseorang semakin sulit beristirahat.

Jangan Asal Ikuti Tren

Pada dasarnya, menjaga kualitas tidur memang penting. Namun, tidak semua tren kesehatan yang viral di media sosial cocok diterapkan oleh setiap orang. Kebiasaan sederhana seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, serta mengurangi paparan perangkat elektronik sebelum tidur dapat menjadi bagian dari pola tidur yang lebih sehat.

Nah, sleepmaxxing memang menawarkan berbagai cara untuk mengoptimalkan kualitas tidur, tetapi bukan berarti semua trennya harus diikuti begitu saja. Sebelum mencoba metode tertentu, penting untuk memahami manfaat dan risikonya serta menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing. Jadi, jangan hanya mengejar tidur yang "sempurna", tetapi pastikan juga cara yang dilakukan tetap aman dan masuk akal.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X