Tim Satgas TNI Beri Penyuluhan Penanganan Karhutla ke Warga Kalbar

9 September 2026 20:32

Tim Satgas Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI turun langsung memberikan edukasi kepada warga di Pontianak, Kalimantan Barat, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sisi lain, asap kebakaran lahan gambut mulai memicu dampak kesehatan di Kabupaten Ketapang dengan kualitas udara yang memburuk dan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang meningkat.

Tim Satgas Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai kebakaran hutan dan lahan kepada warga di Gang Purnama Sejahtera 6, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. Sosialisasi yang diberikan mengenai pengetahuan terkait pencegahan karhutla yang bisa muncul kapan saja di lahan gambut. 

Menurut Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen Marinir TNI Wahyudi Saputra, harapannya warga bisa melakukan pencegahan terjadinya karhutla di tahun-tahun mendatang.

“Untuk khusus Pontianak, kami melakukan penyuluhan-penyuluhan di wilayah-wilayah yang ada beberapa titik api yang cenderung bisa muncul karena faktor kesengajaan maupun tidak sengaja. Karena memang lahan gambut di sekitaran penduduk di Pontianak ini juga kecenderungan bekas lahan yang terbakar setelah dipadamkan bisa muncul kembali karena faktor cuaca, faktor alam.” kata Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen Marinir TNI Wahyudi Saputra, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Rabu, 9 September 2026.

Sementara itu, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan titik api karhutla terbanyak di Kalimantan Barat. Berdasarkan data dari BNPB per 6 September, Ketapang menyumbang 9 dari total 26 fire spot dengan luas lahan terbakar mencapai 46,2 hektar. Hal ini berpengaruh langsung terhadap Indeks Standar Pencemaran Udara di Ketapang yang menunjukkan kategori sangat tidak sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menjelaskan memburuknya Indeks Standar Pencemaran Udara berbanding lurus dengan peningkatan angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Berdasarkan laporan periode tanggal 1 hingga 6 September, angka penderita ISPA meningkat menjadi 105 orang. 

Oleh karena itu, rumah oksigen disediakan di 24 puskesmas dan satu posko karhutla di Desa Sungai Pelang sebagai upaya pertolongan pertama. Fasilitas ini tersedia bagi seluruh masyarakat yang mengalami sesak napas dan tidak dipungut biaya.

“Kami tentunya mendirikan posko-posko karhutla, ada beberapa titik, kami banyak titik ya kan ini seluruh Kabupaten Ketapang. Jadi di Perhuan juga kami mendirikan posko, terus daerah yang sekitar kota juga kami dirikan, seperti saat ini yang paling parah itu Pelang, ada posko di situ, terus daerah Tanjungpura Satong juga kami mendirikan.” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kab. Ketapang, Feria Kowira.
 



Sementara itu, karhutla kembali terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkalis, Riau. Di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir, Wakapolres Bengkalis Kompol Rido Prasetya bersama Bupati Bengkalis dan Forkopimda turun langsung ke lokasi karhutla. 

Tak hanya memantau, Bupati dan Wakapolres juga turun langsung melakukan pemadaman bersama personel di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain yang dapat mengancam lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, petugas memasuki hari keempat penanganan karhutla di area HGU PT TKWL. Kondisi cuaca terik disertai angin kencang membuat proses pemadaman memerlukan penanganan ekstra. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Hari ini dinyatakan bahwa kegiatan di lokasi karhutla sudah bisa teratasi dengan baik, seluruh titik hotspot sudah bisa dihilangkan. Kemudian nanti mungkin ada tambahan komandan untuk titik-titik asap yang masih ada akan diselesaikan oleh tim RPK dari TKWL,” ucap Kapolsek Siak Kecil, Iptu Bastian Rinaldy.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X