IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.683 Hari Ini

20 April 2026 13:44

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan Senin, 20 April 2026 dibuka menguat ke level 7.683, meski para analis mengingatkan bahwa penguatan tersebut masih terbatas dan berpotensi diwarnai volatilitas.

Berdasarkan pantauan di Bursa Efek Indonesia, dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Senin 20 April 2026, IHSG sempat dibuka di zona hijau sebelum mengalami koreksi tipis. Namun hingga pukul 09.43 WIB, indeks masih mampu mempertahankan kinerja positif dengan penguatan sekitar 0,64 persen atau naik 52 poin ke level 7.683.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,1 triliun dengan volume perdagangan 9,5 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 681 ribu kali.

Sejumlah analis menilai pergerakan IHSG saat ini cenderung konsolidatif. Meski masih memiliki peluang menguat, indeks juga berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menyebut sentimen global menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Ketidakpastian meningkat seiring dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran.



Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia, serta membuat pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas.

Sementara itu, analis lainnya, Nafan Aji Gusta menilai IHSG saat ini berada dalam kondisi jenuh beli (overbought), sehingga berpotensi mengalami koreksi akibat aksi ambil untung (profit taking).

Ia memperkirakan pergerakan indeks akan berada pada kisaran support 7.550 hingga 7.740.

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG pada pagi ini ditopang oleh sejumlah sektor utama, terutama perbankan, energi, dan mineral. Saham-saham perbankan seperti BBRI dan BBCA menjadi penggerak utama indeks, disusul saham sektor pertambangan seperti BRMS dan Bumi Resources.

Meski demikian, tidak semua sektor bergerak positif. Sektor keuangan tercatat mengalami pelemahan tipis sekitar 0,18 persen, menunjukkan adanya tekanan di tengah sentimen pasar yang beragam.

Para analis pun mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat pergerakan pasar yang masih fluktuatif dan dipengaruhi ketidakpastian global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)