Pengamanan Papua: Satgas Lumpuhkan Penembak Polisi hingga Sita 7 Senpi KKB

8 November 2026 22:53

Areal yang luas dan medan hutan yang terjal menjadi tantangan berat dalam operasi penumpasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Namun, lewat kerja keras dan operasi yang terukur, aparat gabungan kembali mencatatkan sejumlah keberhasilan masif pada pekan ini.

Keberhasilan pertama dicetak oleh Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 yang berhasil menangkap terduga penembak almarhum Brigpol Ronald Enok di Kampung Tinggi. Kasatgas Humas ODC 2026, Kombes Pol. Jusuf Sutejo, menyatakan bahwa pelaku adalah buronan (DPO) yang terafiliasi dengan Kodap III Puncak pimpinan Lekagak Telenggen. Saat disergap ketika berkendara, pelaku berusaha melawan dan kabur sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur di kaki kirinya.
 



Di wilayah lain, tepatnya di sekitar Kali Senami, Kabupaten Yahukimo, kontak senjata sengit pecah selama 43 menit. Pasukan gabungan Satgas Rajawali V dan Yonif 3 Marinir baku tembak dengan kelompok TPNPB-OPM pimpinan Kopitua Heluka, buronan pelarian Lapas Kelas IIB Wamena tahun 2025.

Meski TNI awalnya mengedepankan ajakan damai, imbauan itu dibalas dengan tembakan membabi buta. Pasukan TNI sukses memukul mundur sedikitnya 15 anggota OPM dan menyita tujuh pucuk senjata api terdiri dari dua laras pendek dan lima laras panjang di dalam sebuah gubuk persembunyian.

Guna memutus ruang gerak sisa kelompok separatis, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memantau langsung dari udara menggunakan helikopter Caracal TNI AU. Patroli difokuskan di kawasan rawan seperti Kabupaten Intan Jaya. "Kami mengimbau kepada seluruh anggota TPNPB-OPM agar segera menyambangi pos-pos TNI, meletakkan senjata, dan bergabung membangun Papua," tegas Letjen Lucky.

Di sisi lain, kejahatan oportunis juga ditindak tegas di Kota Jayapura. Tim gabungan berhasil membekuk seorang mahasiswa yang mencuri senjata api jenis SIG Sauer milik anggota Polda Papua. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura menolong korban yang sedang mengalami kecelakaan lalu lintas. Dari hasil pengembangan penyidikan, senjata tersebut ditemukan disembunyikan dengan cara dikubur di dalam tanah di bawah sebuah pondok kawasan Genyem, Kabupaten Jayapura.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X