9 October 2026 14:50
Memasuki dua tahun masa kepemimpinannya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menunjukkan pergeseran fokus dari peletakan fondasi di tahun pertama menuju perluasan jangkauan program dan pembuktian hasil di tahun kedua.
Di sektor ekonomi makro, misalnya. Perekonomian nasional mencatatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen dan kuartal II-2026 sebesar 5,29 persen. Angka ini meningkat dibanding kuartal II-2025 yang sebesar 5,12 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan mengalami penurunan tipis dari 8,25 persen menjadi 8,07 persen.
Pada sektor pangan dan energi, pemerintah mengklaim telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas utama. Di bidang energi terbarukan, penerapan program Biodiesel B50, campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit ke dalam solar, terus diperluas untuk menekan impor BBM, menghemat devisa, serta menyerap produksi sawit dalam negeri.
Ekspansi paling signifikan terlihat pada sektor program sosial dan ekonomi rakyat. Penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) melonjak drastis dari 35,4 juta menjadi 62,96 juta orang dengan anggaran yang meningkat dari Rp71 triliun menjadi Rp335 triliun. Selain itu, program Cek Kesehatan Gratis telah diikuti oleh lebih dari 108 juta warga.
Peta alokasi anggaran pemerintah mencerminkan prioritas investasi sumber daya manusia dan kedaulatan negara:
Menanggapi capaian dua tahun ini, Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mengalokasikan anggaran demi kesejahteraan masyarakat.
"Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran adalah bukti nyata kerja keras yang all in untuk rakyat. Semua ini didukung alokasi anggaran terbesar untuk pendidikan, pertahanan, energi, dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah hadir totalitas demi Indonesia maju," ujar Syahganda Nainggolan dalam kutipan tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026.
Meskipun capaian program sosial dan ekonomi makro terbilang luas, hasil pengukuran dari enam lembaga survei menunjukkan penilaian publik yang bervariasi. Tingkat kepuasan masyarakat tercatat di angka 81,5 persen pada Indonesia Development Monitoring (IDM), 80,7 persen pada LKPI, 79,9 persen pada Indikator Politik Indonesia, 79,3 persen pada INES, 63 persen pada IPO, dan 51,1 persen pada SMRC. Sejumlah survei menggarisbawahi bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi sehari-hari masih menjadi catatan penting serta tantangan utama bagi masyarakat.