Rilis Lagu 'Cinta Diri Sendiri', Budi Doremi Ungkap Makna Self-Love hingga Kisah Unik Bikin Kapal

27 September 2026 21:30

Pelantun lagu hits Doremi dan Melukis Senja, Budi Doremi, kembali meluncurkan karya terbarunya yang bertajuk "Cinta Diri Sendiri". Karya ini lahir dari refleksi mendalam mengenai pentingnya self-love (mencintai diri sendiri) serta kepedulian terhadap kesehatan mental di tengah dinamika kehidupan.

Budi mengungkapkan bahwa sudut pandang (POV) lagu baru ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya sewaktu duduk di bangku SMA. Saat itu, ia pernah ditolak oleh seseorang dengan alasan yang terbilang unik, yakni karena dirinya dianggap "terlalu baik".

"Lagunya itu POV-nya dulu waktu zaman SMA aku tuh pernah suka sama seseorang, tapi orang itu nolak alasannya karena aku terlalu baik buat dia. Dan kenyataannya dia lebih condong cenderung untuk mencari orang yang nyakitin hati dia," kata Budi Doremi dikutip dari tayangan Showbiz Metro TV, Minggu, 27 September 2026.

Definisi Cinta Diri Sendiri dan Self-Reward Unik


Bagi Budi Doremi, memaknai cinta terhadap diri sendiri bukan berarti bersikap egois, melainkan memprioritaskan hal-hal positif yang memang dibutuhkan oleh tubuh dan masa depan. Hal tersebut mencakup menjaga pola makan, rutin berolahraga untuk persiapan hari tua, mengelola finansial keluarga, hingga mendidik anak dan istri.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerasnya (self-reward), Budi membagikan kisah unik saat ia memutuskan untuk membuat sebuah kapal rekreasi di daerah Carita. Karena khawatir akan keamanan kapal tersebut, ia memilih membawanya ke kediamannya di Serang, yang justru sempat memicu momen menggelitik bersama warga sekitar.

"Cinta diri sendiri buat aku itu ya olahraga buat nyiapin hari tua, kemudian ngejaga pola makan, kemudian ngurusin finansial keluarga... Self-reward aku terakhir untuk nyenangin diri sendiri itu aku bikin kapal," ungkap Budi.

"Waktu bikinnya kan di Carita... terus aku bawa ke rumah ke Serang. Karena Serang daerah yang enggak ada pesisirnya, itu satu kelurahan heboh karena kapal sampai nyasar-nyasar masuk masjid, sampai mutusin kabel PLN," selorohnya mengisahkan kepolosan proses pemindahan kapal tersebut.

 

Refleksi 'Melukis Senja' dan Fenomena Lagu Cover


Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengenang lagu "Melukis Senja" yang dirilis beberapa tahun lalu. Lagu tersebut diakuinya memiliki makna yang sangat mendalam (deep) karena diciptakan sewaktu ia berada di masa-masa sulit dan mengalami depresi menjelang usia 40 tahun. Proses bangkit dari depresi tersebut mengajarkannya untuk belajar mengenal dan menyayangi diri sendiri.

"Melukis Senja itu lagu tentang diri sendiri. Dulu pernah kurang lebih 2 tahun ngelewatin masa sulit, aku tuh pernah depresi... Di umur-umur dekat-dekat 40 waktu itu, pertanyaan besarnya: emang aku udah sejauh mana tahu dengan diri sendiri? Yang enggak boleh ninggalin diri kita itu ya diri kita sendiri. Jadi lagu itu adalah cerminan bahwa aku lagi berusaha belajar untuk sayang sama diri sendiri," kenang Budi.

Menanggapi pesatnya perkembangan industri musik digital dan maraknya fenomena cover lagu, Budi mengaku merasa bangga ketika karyanya dinyanyikan ulang oleh orang lain sebagai bentuk apresiasi. Kendati demikian, ia menyoroti bahwa hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi label dan manajemen musik apabila jumlah tayangan (views) versi cover melampaui karya aslinya.

Di akhir perbincangan, Budi memberikan pesan dan motivasi mendalam bagi para musisi muda yang tengah meniti karier di industri musik.

"Teman-teman jangan berhenti bikin lagu. Kalau yang bisa nyanyi, harusnya bisa bikin lagu. Mungkin kalau 1 tahun enggak dapat lagu yang bagus wajar, 2 tahun belum dapat lagu ya wajar, tapi kalau udah 5 tahun 10 tahun kita jadi jago dan kalau kita beruntung kita dapat lagu yang bagus," pungkasnya.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X