22 August 2022 16:27
Tim Dokter Forensik gabungan telah menyerahkan hasil autopsi ulang Brigadir J ke Bareskrim Polri untuk membantu meyakinkan Penyidik dalam upaya pengungkapan penyebab kematian Brigadir J.
Ketua Tim Dokter Forensik gabungan, Ade Firmanyah mengatakan tidak menemukan adanya luka selain luka tembak pada tubuh Brigadir J dimana luka yang ditemukan merupakan tanda kekerasan yang disebabkan oleh senjata api.
Ade Firmansyah merinci ada lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar di tubuh Brigadir J, yang artinya ada satu peluru yang masih bersarang di tubuh Brigadir J, yaitu di bagian punggung belakang.
Ade juga mengatakan terdapat dua luka tembakan fatal di bagian kepala dan dada, serta pada saat proses pemeriksaan hasil autopsi ulang tersebut tim forensik masih bisa mengidentifikasi luka secara jelas dan bisa dijelaskan secara ilmiah.
Tim dokter forensik bekerja secara independen dan imparsial serta tanpa tekanan pada saat proses pemeriksaan jaringan, atau pada saat penyusunan laporan hasil pemeriksaan autopsi ulang jenazah Brigadir J.