NEWSTICKER

Selamatkan Rakyat Papua

4 November 2022 07:25

Lukas Enembe, Gubernur Papua yang sekaligus juga tersangka kasus dugaan korupsi, memang istimewa. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang selama ini dikenal galak pun seketika jadi lembek dan kehilangan taji di hadapannya.

Setelah dua kali gagal memanggil ke Jakarta untuk diperiksa karena Lukas beralasan sakit, akhirnya tim penyidik KPK yang 'mengalah' terbang ke Jayapura, Papua, untuk memeriksa sang tersangka itu di rumahnya, kemarin. Tidak tanggung-tanggung, Ketua KPK Firli Bahuri ikut dalam rombongan tim antirasuah tersebut.

Fakta itu menggambarkan betapa spesialnya Lukas. Barangkali ini kali pertama KPK memeriksa seorang tersangka di rumahnya. Tersangka kasus korupsi yang mangkir dari pemeriksaan dengan dalih sakit mungkin banyak. Namun, yang sampai bisa membuat KPK harus terbang ribuan kilometer mendatangi rumahnya demi pemeriksaan cuma Lukas Enembe.

Jadi, bisa dibayangkan betapa istimewanya perlakuan yang didapatkan Lukas dari KPK. Padahal, seperti lembaga penegak hukum yang lain, KPK seharusnya teguh menjunjung tinggi prinsip equality before the law. Semua orang punya derajat sama di hadapan hukum. Tanpa mengenal status, kedudukan, kekuasaan, dan lain-lainnya.