Pasar Baju Muslim RI Capai Rp289 Triliun, Tapi 90% Produk Buatan Tiongkok

11 November 2025 13:13

Pada gelaran Jakarta Muslim Fashion Week 2026, berbagai produk busana muslim dari dalam negeri tampil menonjol, dengan desain dan kualitas yang tak kalah dari produk luar. 

Namun di balik ramainya ajang ini, fakta menyebutkan bahwa 9 dari 10 busana muslim yang beredar di Indonesia merupakan produk impor asal Tiongkok. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan bagi para pelaku industri fesyen lokal untuk bisa bersaing, karena produk impor mematok harga yang jauh lebih rendah dari produk dalam negeri. 

"Bukan berat lagi ya, luar biasa persaingannya. Karena tantangannya enggak hanya lokal, tapi juga produk-produk impor yang dari luar negeri, yang mungkin harganya juga sangat di bawah ya, dan juga kualitasnya sih," keluh salah satu pengusaha baju muslim, Zahra.
 

Baca juga: Mendag Budi Santoso Buka JMFW 2026, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Modest Fashion Global

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan nilai ekonomi fesyen muslim nasional terus meningkat dan menempati urutan ketiga dunia dalam industri modest fashion. Namun ketergantungan terhadap impor perlu dikurangi, untuk memberi ruang lebih besar bagi UMKM dan pengrajin lokal. 

Karena nyatanya masyarakat juga banyak yang belum mengetahui terkait banyaknya produk impor yang membanjiri pasar busana muslim Indonesia. Diketahui sebesar 90% produk busana muslim yang masuk ke Indonesia ini masih didominasi impor dari Tiongkok. 

Penguatan produksi dalam negeri perlu dilakukan mulai dari penyediaan bahan baku tekstil, pelatihan desainer lokal, hingga insentif bagi UMKM yang berkiprah di industri fesyen Muslim. Dengan pasar yang begitu besar, industri ini seharusnya bisa menjadi penggerak ekonomi nasional, bukan sekedar konsumen produk luar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)