388 Warga Kramat Pulo Masih Mengungsi di Posko Pascakebakaran

10 October 2026 09:26

Sebanyak 388 warga RT 14 Kramat Pulo Dalam, Kelurahan Kramat, terpaksa mengungsi di posko darurat PMI dan BPBD setelah permukiman mereka hangus terbakar pada Kamis, 8 Oktober 2026 malam. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat musibah kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kondisi permukiman warga yang terbakar dilaporkan rusak parah sehingga hampir tidak ada harta benda yang dapat diselamatkan. Saat ini, para pengungsi yang didominasi oleh lansia, anak-anak, serta ibu hamil bertahan di tenda darurat yang didirikan di seberang Kantor Kelurahan Kramat.

Kebutuhan Perlengkapan Bayi dan Dokumen Kependudukan

Meski bantuan makanan dan pakaian sudah memadai, para pengungsi masih membutuhkan bantuan mendasar berupa peralatan sekolah anak-anak serta perlengkapan melahirkan bagi ibu hamil. Selain itu, berbagai dokumen penting warga seperti KTP, BPJS, buku nikah, dan akta kelahiran ikut hangus terbakar.

Salah seorang warga yang tengah hamil tua, Ibu Sawitri, menceritakan kepanikannya saat api mendadak membesar akibat dugaan korsleting listrik. Saat peristiwa terjadi, ia hanya sempat menyelamatkan dua anaknya serta dokumen Kartu Keluarga (KK).

"Kelengkapan bayinya. Kayak emang kan saya udah stok kayak bedak, minyak telon, itu udah pada enggak terbawa semua. Kasur bayi, baju-bajunya udah enggak kebawa. Yang penting nyelametin diri sama anak-anak aja, udah," tutur Sawitri dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Selain kehilangan perlengkapan bayi yang sudah disiapkan, Sawitri juga mengalami luka memar di bagian lutut akibat terserempet sepeda motor saat berupaya menyelamatkan diri dalam situasi panik.
 



Harapan Renovasi Rumah dan Kemudahan Berkas

Saat ini, para warga sangat mengharapkan kemudahan dari pihak kelurahan dalam mengurus kembali dokumen-dokumen kependudukan yang terbakar. Bantuan renovasi rumah dari pemerintah juga menjadi harapan utama agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

"Harapannya untuk pemerintah bantuannya biar cepat-cepat direnovasi aja deh. Biar bisa ngelahirin juga ada tempat," pangkas Sawitri.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X