Indonesia Catat Terobosan Penanganan Gagal Jantung dengan LVAD Terkecil Dunia

14 August 2026 14:08

Jakarta: Indonesia mencatat terobosan dalam penanganan gagal jantung melalui implantasi perdana Left Ventricular Assist Device (LVAD) terkecil dan teringan di dunia. Prosedur tersebut dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada 1 Agustus 2026.

LVAD yang diperkenalkan HeartSpan AI tersebut memiliki bobot sekitar 90 gram. Perangkat ini dirancang untuk membantu fungsi jantung dalam memompa darah pada pasien gagal jantung.

Teknologi LVAD tersebut juga dilengkapi sistem pengisian daya nirkabel. Teknologi ini dikembangkan untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat muncul akibat penggunaan kabel eksternal pada perangkat.

Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto Dharmoredjo menilai keberhasilan implantasi tersebut menjadi terobosan penting dalam pengembangan layanan jantung di Indonesia.

Menurut Supriyanto, prosedur tersebut juga menjadi yang pertama dilakukan di luar Tiongkok untuk perangkat LVAD terkecil tersebut.

“Bahkan ini yang pertama dilakukan di luar Tiongkok. Di tingkat Asia ini yang pertama yang terkecil,” ujar Supriyanto dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat 14 Agustus 2026. 

RSCM selanjutnya mendorong pengembangan fasilitas pelatihan pemasangan LVAD. RSCM ditargetkan dapat menjadi pusat pelatihan pemasangan pompa jantung tersebut bagi tenaga medis di kawasan Asia hingga Australia.

“Untuk menjadikan RSCM ini sebagai pusat training tingkat Asia dan Australia minimal. Training untuk pemasangan pompa jantung terkecil,” katanya.

Founder HeartSpan AI dr. Wei Siang Yu mengatakan teknologi tersebut berpotensi menjadi pilihan penanganan bagi pasien gagal jantung sebelum memasuki tahap akhir penyakit.

Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 10 hingga 15 juta pasien gagal jantung dengan angka kematian yang disebut mencapai sekitar 34 persen.

“Kita membahas kondisi di Indonesia, di mana terdapat sekitar 10 hingga 15 juta pasien gagal jantung. Angka kematian mencapai sekitar 34 persen, dan banyak pasien selama ini hanya mendapatkan terapi dengan obat-obatan. Hingga pada akhirnya, jantung tidak lagi mampu memompa darah,” ucapnya.

Dengan adanya teknologi LVAD, alat tersebut dapat dipasang sebelum pasien mencapai tahap akhir gagal jantung. Wei mengatakan sejumlah pasien dapat mengalami pemulihan dengan baik setelah mendapatkan bantuan perangkat tersebut.

“Sebelum pasien mencapai tahap akhir gagal jantung, kita sebenarnya sudah dapat memasang jantung buatan seperti ini, dan banyak pasien dapat pulih dengan sangat baik,” ujarnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X