Harga Oli Naik hingga 30%, Bengkel Motor Keluhkan Margin Keuntungan Menyusut

13 June 2026 12:13

Jakarta: Kenaikan harga oli dan suku cadang kendaraan mulai menekan pelaku usaha bengkel motor di Jakarta. Para pengusaha mengaku margin keuntungan terus menyusut akibat meningkatnya biaya operasional dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak April 2026, harga oli motor dilaporkan mengalami kenaikan bertahap hingga sekitar 30 persen. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp50 ribu per botol, kini harga oli berada pada rentang Rp70 ribu hingga Rp80 ribu, tergantung jenis dan merek produk.

Pengelola bengkel, IIT, mengatakan kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh tidak lagi sebesar sebelumnya. Menurutnya, pendapatan usaha masih terjaga, namun kenaikan harga barang membuat laba bersih mengalami penurunan.

"Untuk omzet sendiri sih masih standar. Tapi untuk perhitungan laba bersih dan laba kotornya itu beda. Untuk laba kotor omzet stabil, tapi di laba bersih kita mengalami penurunan," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 13 Juni 2026. 


Tidak hanya oli, harga sejumlah suku cadang kendaraan juga mengalami kenaikan. IIT menyebut rata-rata kenaikan sparepart berada pada kisaran 10 hingga 20 persen sehingga semakin menambah beban operasional bengkel.

"Untuk sparepart sih mengalami kenaikan juga. Ya di rata-rata 20 persen lah, 10 sampai 20 persen," katanya.

Di tengah kenaikan harga tersebut, sejumlah bengkel memilih tidak langsung membebankan seluruh biaya tambahan kepada pelanggan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga daya beli konsumen, sekaligus mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah meningkatnya biaya perawatan kendaraan.

Pelaku usaha berharap harga bahan baku dan komponen kendaraan dapat kembali stabil sehingga tekanan terhadap keuntungan usaha bengkel tidak semakin besar dalam waktu dekat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)