Judol, Ilusi Jalan Pintas di Tengah Tekanan Hidup-Beranda Nasional

Misbahol Munir • 4 February 2026 19:40

Jakarta: Judi online atau judol hadir tanpa suara. Tanpa meja dan tanpa kartu fisik. Ia menyusup lewat layar ponsel, masuk ke ruang keluarga, bahkan ke kamar tidur, lalu kerap meninggalkan kehancuran yang berlangsung dalam diam.

Fenomena judol kerap dibungkus dengan janji sederhana yaitu modal kecil, hasil besar, dan kebahagiaan instan. Di balik tampilannya yang ringan dan mudah diakses, tersimpan sistem yang bekerja sangat rapi. Algoritma dirancang untuk membuat pemain terus kembali, menang kecil di awal, lalu kalah perlahan hingga tanpa disadari.

Banyak korban baru menyadari dampaknya ketika tabungan habis, utang menumpuk, dan relasi keluarga mulai retak. Ironisnya, tidak sedikit korban judol berasal dari kelompok ekonomi rentan. Mereka yang tengah mencari jalan keluar dari tekanan hidup justru diarahkan ke jalan buntu.
 



Pada titik ini, judi online tidak lagi bisa dipandang semata sebagai pelanggaran hukum. Judol telah berkembang menjadi persoalan sosial, persoalan ekonomi, bahkan persoalan kesehatan mental.

Pemerintah menyatakan perang terhadap judi online. Ribuan situs diblokir, akun ditutup, dan penindakan dilakukan. Langkah ini patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya. Apakah itu cukup?

Faktanya, judol bergerak lebih cepat dari regulasi. Satu situs diblokir, puluhan lainnya muncul dengan nama baru. Server berpindah lintas negara, sementara promosi agresif menyasar media sosial hingga menembus ruang-ruang privat masyarakat.

Karena itu, penanganan judi online tidak bisa hanya bertumpu pada pemutusan akses digital. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh: edukasi publik yang konsisten, penguatan literasi digital, serta keberanian menelusuri dan memutus aliran uang di balik jaringan judi online.

Lebih dari itu, masyarakat dan negara juga perlu jujur melihat akar persoalannya. Ketika lapangan kerja sempit, tekanan ekonomi meningkat, dan harapan terasa semakin jauh, judi online kerap tampil sebagai ilusi jalan pintas. Padahal, ia bukan solusi, melainkan jebakan.

Refleksi ini menjadi penting karena memberantas judol bukan semata soal menghukum pelaku, tetapi menyelamatkan warga. Negara hadir bukan hanya untuk memblokir situs, melainkan memastikan rakyatnya tidak perlu mempertaruhkan hidup pada permainan yang sejak awal memang dirancang untuk kalah.

Judol merusak secara perlahan. Tanpa keributan. Tanpa headline besar. Dan justru karena itulah, ia menjadi ancaman yang paling berbahaya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)