Pagelaran Sabang Merauke kembali hadir dengan pertunjukan kolosal bertajuk Hikayat Srikandi Nusantara. Digelar di Indonesia Arena Jakarta, pagelaran tahun kelima ini memadukan cerita, musik, tari, busana hingga teknologi panggung dengan Raisa Andriana memerankan sosok Srikandi.
Pagelaran Sabang Merauke, hanya Indonesia yang punya, memadukan cerita, musik, tari, akting, busana hingga teknologi panggung dalam satu perjalanan cerita. Indonesia Arena GBK Senayan Jakarta berubah menjadi panggung kolosal yang membawa kekayaan seni dan budaya Nusantara pada 21 sampai 23 Agustus 2026.
Mengangkat tema Srikandi Nusantara, pagelaran Sabang Merauke 2026 melibatkan 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi terlibat dalam pagelaran ini. Sebanyak 387 penari membawakan 104 koreografi, didukung 15 penyanyi nasional, satu grup band, 119 anggota paduan suara serta 60 musisi orkestra.
Pertunjukan di tahun kelima ini menjadi bukti kolaborasi dari berbagai pihak terus mendorong perkembangan pagelaran tiap tahunnya.
"Jadi kami telah lima tahun berkarya dan tiap tahun kita tidak pernah tahu bahwa kita selalu bisa menjadi lebih baik. Dan ternyata selalu kita lebih baik. Dan itu kita sangat beruntung sekali kepada semua yang terlibat di dalam pagelaran Sabang Merauke ini karena merekalah yang bisa membuat pagelaran ini seperti yang sudah tadi terjadi," ujar Presiden Direktur & CEO iForte dan Portelindo F Aming Santoso, program
Metro Siang Metro TV, Selasa, 25 Agustus 2026.
Berbeda dari pertunjukan sebelumnya, pagelaran Sabang Merauke hanya Indonesia yang punya menghadirkan sosok Srikandi yang diperankan oleh Raisa. Srikandi membawa penonton masuk ke dalam kisah yang penuh dengan nilai kehidupan masyarakat. Sementara itu,
Yura Yunita kembali hadir dengan aksi spektakuler.
Memerankan Mahadewi, Yura tampil di atas naga berukuran jauh lebih besar dengan tiga kepala yang menyemburkan asap. Raisa, Yura Yunita hingga Padi Reborn turut membawakan lantunan 'Satu Bangsa' dan 'Cahaya Hati' yang menyatukan perjalanan gelaran tersebut.
"Ini menjadi satu kehidupan baru di atas panggung ini. Apa yang kita latih di tempat latihan itu hanyalah modal. Modal bagi kita untuk akhirnya sampai di atas panggung ini dan tumbuh, hidup, berkembang bersama dengan energi seluruh penonton yang hadir di Indonesia Arena ini. Bagi saya tentu kami dalam hal ini sangat bersyukur dengan apa yang terjadi malam ini," kata Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus.
Kekuatan pertunjukan juga terlihat dari perpaduan musik tradisional dan modern. Sebanyak 28 lagu daerah dan nasional dirangkai mulai dari musik tradisional, orkestra hingga paduan suara.
Sementara 50 alat musik tradisional digunakan untuk memperkuat identitas musikal dari berbagai daerah. Melalui Hikayat Srikandi Nusantara, pesan tentang keberanian, keteguhan, pengorbanan, cinta, dan keberagaman Indonesia yang tumbuh seiring berjalannya zaman.