21 February 2026 19:30
Perjuangan seorang santri penghafal Al-Qur'an di sebuah panti asuhan bernama Dia Anggraini Selingsing, atau yang akrab disapa Aini, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan status yatim bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Remaja yang kini menetap di Panti Asuhan Al-Hya Depok tersebut telah berhasil menjaga tujuh juz Al-Qur'an dalam ingatannya.
Dunia Aini berubah dalam sekejap pada 2019 ketika sang ayah meninggal dunia saat ia masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Kehilangan sosok kepala keluarga membuat kondisi ekonomi keluarganya menurun secara signifikan, sehingga ia harus menerima kenyataan untuk tinggal dan menetap di panti asuhan.
"Semenjak ayah meninggal tuh kayak semua tuh berubah gitu, ekonomi tuh turun drastis," ungkap Aini.
Sebagai anak keempat dari lima bersaudara Aini membawa beban rindu yang mendalam terhadap ibu dan saudara-saudaranya. Namun hal itu tidak melemahkan tekad Aini untuk tetap teguh dengan cita-citanya menjadi hafizah demi membanggakan orang tuanya.
Perjalanan menghafal Al-Qur'an di balik dinding panti asuhan tidak selalu mulus. Aini mengaku terkadang merasa jenuh atau sedih saat teringat keluarganya. Namun, dukungan dari para ustaz dan ustazah serta motivasi untuk memiliki pegangan hidup membuatnya terus bangkit.
| Baca juga: Kisah Inspiratif Sarah, Menebarkan Semangat Menghafal Al-Qur'an Melalui Ekskul |