Rencana Kenaikan HET Minyakita Dikaji

12 May 2026 16:58

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah melakukan pembahasan serius terkait rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita. Langkah ini diambil mengingat HET yang berlaku saat ini sudah berjalan hampir tiga tahun tanpa adanya evaluasi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini diperlukan untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait tren harga bahan baku dan biaya operasional.

Berdasarkan pantauan terkini, harga Minyakita di pasaran saat ini rata-rata berada di angka Rp15.900 per liter. Meskipun angka tersebut sudah melampaui HET resmi yang ditetapkan sebesar Rp15.700, Mendag menyebut tren ini sebenarnya masih lebih terkendali dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

"Minyakita sekarang di kisaran Rp15.900-an. HET kita kan Rp15.700. Kalau dibandingkan tahun lalu yang sempat menyentuh Rp16.800, artinya sebenarnya harganya tidak naik dibanding tahun sebelumnya," jelas Budi Santoso dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa 12 Mei 2026. 

Terdapat beberapa alasan fundamental yang mendasari perlunya evaluasi HET Minyakita dalam waktu dekat salah satunya tren harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang terus meningkat memberikan tekanan pada biaya produksi.

Selain itu, ada kenaikan biaya logistik dan struktur pembiayaan distribusi yang dialami pelaku usaha di lapangan. Pemerintah juga tidak ingin terlambat melakukan penyesuaian harga agar tidak terjadi kelangkaan stok akibat ketidaksiapan produsen menghadapi biaya produksi yang membengkak.

Keputusan Masih Dalam Pengkajian

Meski sinyal kenaikan sudah diberikan, Budi Santoso belum dapat memastikan berapa besaran nominal pasti dari kenaikan HET tersebut. Saat ini, pemerintah masih terus mengkaji ulang data struktur biaya distribusi dan memantau fluktuasi harga CPO secara mendalam.

"Pembahasan masih terus berlangsung. Keputusan baru akan diambil setelah kami selesai mengkaji seluruh aspek, mulai dari harga bahan baku hingga distribusi," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)