Akhir Perang 110 Hari AS-Iran

19 June 2026 01:33

Setelah lebih dari 100 hari konfrontasi sengit sejak pecah pada 28 Februari lalu, konflik antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya menemui titik balik diplomasi yang krusial. Kedua negara dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) untuk menghentikan pertempuran yang sempat mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.

Dalam kerangka kesepakatan tersebut, kedua belah pihak menyetujui masa transisi berupa gencatan senjata selama 60 hari untuk membangun kepercayaan sekaligus menahan aksi militer di seluruh front konflik, termasuk meredam eskalasi panas di Lebanon. Selain penahanan armada militer, kesepakatan ini juga membawa angin segar bagi ekonomi global dengan dibukanya kembali Selat Hormuz secara penuh tanpa pengenaan biaya apa pun bagi kapal dagang yang melintas.

Dari sisi sensitif seperti program nuklir dan pemulihan ekonomi, Teheran menyatakan komitmennya untuk membatasi pengayaan uranium agar tidak berkembang menjadi senjata pemusnah massal. Sebagai timbal baliknya, Washington membuka peluang pelonggaran sanksi ekonomi serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

Kendati Presiden Donald Trump menunjukkan optimisme tinggi, kesepakatan yang dimediatori oleh PM Pakistan Shehbaz Sharif ini tidak serta-merta disambut baik oleh semua pihak. Israel secara terang-terangan menaruh skeptisisme kuat dan menilai bahwa penghentian perang ini belum menjamin keamanan jangka panjang mereka, terutama terkait program pengembangan rudal dan jaringan sekutu Teheran di kawasan. 

Kesepakatan ini menjadi ujian. Apakah dua musuh lama benar-benar siap meninggalkan konfrontasi?

(Sofia Zakiah)