Polda Metro Jaya yang membongkar sindikat judi online jaringan internasional. Modusnya pelaku merekrut warga di kampung-kampung.
Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Grawas Sugiharto dalam konferensi pers menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya terhadap situs judi online 1XBET. Hasil penelusuran mengungkap adanya sindikat judi online yang terhubung dengan jaringan internasional.
Sindikat judol internasional 1XBET terbagi 3 klaster
Polisi menjelaskan kalau sindikat ini terbagi dalam tiga klaster, yaitu klaster pengepul rekening lokasinya di Cianjur, Jawa Barat, ada pula operator dan admin website lokasi mereka ada di Banjarmasin, serta pengendali yang lokasinya ada di luar negeri dan sampai saat ini masih diburu.
"Dan kami bagi secara garis besar terdapat tiga klaster. Yang pertama adalah klaster pengepul rekening di daerah Cianjur, Jawa Barat. Yang kedua adalah klaster operator dan admin website di Banjarmasin, dan yang ketiga adalah klaster pengendali yang berada di luar negeri." kata
Tiga tersangka dari klaster Banjarmasin inisialnya SGR, AC, dan WS yang berperan sebagai koordinator admin menerima perintah dari pengendali yang ada di luar negeri, kemudian membukukan transaksi aliran dana perjudian melalui aplikasi online percakapan online.
Sedangkan tersangka APS berlokasi di Cianjur berperan mencari dan juga mengkoordinasikan orang-orang yang namanya itu digunakan sebagai nominee atau layering untuk menyediakan
rekening deposit dan juga penarikan dana hasil judi online.
75 rekening nominee diblokir
Dari 75 rekening yang sudah diblokir oleh pihak kepolisian, polisi menemukan saldo sekitar Rp119 juta. Rekening ini digunakan sebelumnya untuk menampung transaksi deposit dan juga untuk penarikan dana judi online.
Hanya dibayar sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu warga memberikan rekeningnya untuk bisa menjadi
rekening nominee. Kemudian warga akhirnya diminta untuk menyerahkan data-data pribadi mereka, untuk membuka rekening atas nama sendiri. Jadi, akses mobile banking, kemudian akses rekening itu semuanya dikendalikan oleh pelaku, dan ini tujuannya adalah untuk mengaburkan transaksi judi online dan aliran dananya.
Koordinator jaringan ini mengaku sudah beroperasi sejak bulan April 2025. Dalam satu tahun lebih, ada lebih dari 500 rekening yang berhasil dikumpulkan kemudian dikirimkan ke pengendali di luar negeri.