Jakarta: Suara ngorok saat tidur pada anak sering kali dianggap hal yang wajar, terutama ketika sedang kelelahan atau flu. Padahal, jika terjadi terus-menerus atau disertai gangguan napas, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian lebih.
Lantas, apa saja penyebab anak tidur ngorok dan kapan orang tua perlu waspada?
Mengapa Anak Bisa Tidur Ngorok?
Melansir laman
Halodoc, ngorok terjadi ketika aliran udara di saluran napas terhambat saat anak tidur. Hambatan tersebut menyebabkan jaringan di sekitar saluran napas bergetar sehingga menimbulkan suara dengkuran.
Ada beberapa penyebab yang paling sering memicu ngorok pada anak, di antaranya:
- Pilek atau hidung tersumbat, sehingga aliran udara menjadi tidak lancar.
- Alergi, yang dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran napas.
- Pembesaran amandel (tonsil) dan adenoid, yang membuat jalan napas menjadi lebih sempit saat tidur.
Sebagian orang tua mengira anak mengalami banyak dahak karena suara ngorok terdengar "berdahak". Padahal, suara tersebut umumnya disebabkan oleh penumpukan lendir di saluran napas bagian atas.
Jika kondisi ini hanya muncul saat anak sedang flu atau pilek, biasanya suara ngorok akan berangsur hilang setelah infeksi sembuh.
Kapan Orang Tua Harus Waspada?
Meski sering kali tidak berbahaya, ngorok yang terjadi hampir setiap malam tidak boleh diabaikan.
Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter apabila mengalami beberapa gejala berikut:
- Sering ngorok setiap malam.
- Tidur gelisah atau tidak nyenyak.
- Bernapas melalui mulut saat tidur.
- Napas berhenti beberapa detik ketika tidur.
Gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan napas berhenti sementara selama tidur. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas tidur, pertumbuhan, hingga konsentrasi anak saat beraktivitas.
Cara Membantu Mengurangi Ngorok pada Anak
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengurangi keluhan ngorok pada anak, antara lain:
- Menjaga kamar tidur tetap bersih dan bebas debu.
- Memastikan anak mendapatkan cukup cairan agar lendir tidak mengental.
- Mengobati pilek atau alergi sesuai anjuran tenaga medis.
- Segera berkonsultasi ke dokter apabila keluhan berlangsung lama atau semakin berat.
Nah, ngorok pada anak memang tidak selalu menandakan kondisi yang serius. Namun, jika keluhan muncul terus-menerus atau disertai gejala seperti napas berhenti saat tidur, orang tua sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ke dokter. Penanganan sejak dini dapat membantu menjaga kualitas tidur sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Odetta Aisha Amrullah)