Kasus Online Scam di Kamboja, Ribuan WNI Minta Dipulangkan-World In Minute

Willy Haryono • 30 January 2026 12:32

Jakarta: Fenomena warga negara Indonesia (WNI) yang terjerat praktik penipuan daring (online scam) di Kamboja kembali menjadi sorotan. Pada pertengahan hingga akhir Januari 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan signifikan jumlah WNI yang datang meminta perlindungan serta fasilitasi pemulangan ke Tanah Air.

Berdasarkan data awal yang diterima KBRI Phnom Penh, sebanyak 911 WNI melaporkan diri sebagai korban penipuan kerja online pada fase awal pelaporan. Namun, angka tersebut terus meningkat dalam hitungan hari hingga menembus lebih dari 2.000 orang yang mengajukan permohonan pemulangan. Lonjakan ini menandakan besarnya skala persoalan sekaligus kompleksitas jaringan penipuan yang beroperasi di kawasan tersebut.
 



Mayoritas korban mengaku berangkat ke Kamboja setelah menerima tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar, jam kerja ringan, dan sistem kerja daring yang terdengar sederhana. Tawaran tersebut umumnya disebarkan melalui media sosial, aplikasi percakapan, atau iklan lowongan kerja tidak resmi. Setelah menyatakan minat, korban diarahkan untuk berangkat ke Kamboja dengan janji kontrak kerja yang menjanjikan.

Namun, setibanya di lokasi, realitas yang dihadapi justru jauh dari gambaran awal. Para WNI ini dilaporkan dipaksa bekerja di pusat-pusat penipuan daring dengan target korban internasional. Bentuk kejahatan yang dilakukan beragam, mulai dari romance scam, penipuan investasi fiktif, hingga manipulasi transaksi keuangan digital. Dalam banyak kasus, para pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi dan mengalami tekanan psikologis maupun pembatasan kebebasan bergerak.

Sebagian korban baru dapat keluar setelah otoritas Kamboja melakukan penertiban dan razia terhadap sejumlah kompleks yang diduga menjadi basis operasi sindikat penipuan daring. Momentum penegakan hukum tersebut mendorong para korban untuk melapor ke KBRI Phnom Penh guna mendapatkan perlindungan dan bantuan pemulangan.

Kamboja sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas online scam berskala besar di kawasan Asia Tenggara. Operasi penipuan ini kerap melibatkan jaringan lintas negara dengan struktur terorganisir, mempekerjakan ratusan hingga ribuan orang dari berbagai kewarganegaraan. Tekanan internasional terhadap pemerintah Kamboja untuk menindak praktik ini terus meningkat, meskipun penanganannya dinilai tidak sederhana karena melibatkan kepentingan ekonomi ilegal, perekrutan tenaga kerja asing, dan kejahatan transnasional.

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat Indonesia yang tengah mencari pekerjaan di luar negeri. Pemerintah kembali mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap tawaran kerja yang terdengar terlalu menggiurkan dan tidak masuk akal. Calon pekerja diminta memastikan lowongan berasal dari kanal resmi, tidak membayar biaya rekrutmen dalam bentuk apa pun, serta memperoleh kontrak kerja yang jelas dan dapat diverifikasi.

Peningkatan literasi ketenagakerjaan dan kewaspadaan publik dinilai menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban baru dalam praktik penipuan daring lintas negara yang terus berkembang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)