Prabowo Targetkan Renovasi 100 Ribu Sekolah Tahun Depan

29 April 2026 17:47

Presiden Prabowo Subianto menargetkan renovasi sekolah lebih dari 100 ribu pada tahun depan. Hal itu dia ungkapkan saat mengunjungi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah.

"Tahun depan target saya kalau bisa lebih dari 100 ribu," ujar Prabowo dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 29 April 2026. 

Tahun lalu, pemerintah berhasil memperbaiki 17 ribu sekolah. Sementara untuk tahun ini targetnya meningkat menjadi 70 ribu sekolah.

Ia memberikan apresiasi terhadap revitalisasi sekolah, seperti yang terlihat pada perbaikan tujuh ruang kelas dan delapan fasilitas sanitasi (MCK). Tak hanya soal fisik, Ia juga menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat respons positif dari para siswa karena dirasa sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

"Saya lihat-lihat juga MBG-nya lancar, bagus. Anak-anak juga bicara ke saya, mereka suka dengan MBG. Mereka perlu MBG," ujarnya. 

Bagi Prabowo, pendidikan adalah kunci utama bagi kebangkitan bangsa. Oleh karena itu, Prabowo berkomitmen untuk menempatkan perhatian besar dan melakukan investasi besar-besaran di bidang ini. Visinya adalah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan terbaik serta mempersiapkan para lulusan agar siap bersaing di dunia kerja.



Ia menambahkan, dirinya ingin meningkatkan kualitas pembelajaran melalui digitalisasi dengan menghadirkan Smart Classroom, yang dilengkapi layar digital atau Smart Board di setiap ruang kelas. 

"Saya ingin semua ruang kelas punya layar digital Smart Classroom, Smart Board. Sekarang baru satu per sekolah ya. Ada yang dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin empat lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia. Dengan demikian interaktif, silabus-silabus ada di software membantu semua kalau murid atau guru bisa setiap saat diulangi pelajaran," kata Parbowo.

Untuk menunjang hal tersebut, akan dibangun studio pusat di Jakarta yang menghadirkan guru-guru terbaik. Termasuk penutur asli (native speakers) untuk pengajaran bahasa asing, seperti Inggris dan Mandarin sejak tingkat sekolah dasar.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)