60 Persen Calon Haji Lansia Asal Aceh Layak Terbang ke Tanah Suci

5 May 2026 18:44

Proses pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia 2026 terus berlangsung di berbagai embarkasi. Ribuan jemaah dari sejumlah daerah seperti Aceh, Medan, dan Bekasi mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci dengan berbagai peningkatan layanan.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 5 Mei 2026, berbagai persiapan yang dilakukan terdiri dari pemeriksaan kesehatan hingga distribusi dokumen dan fasilitas penunjang ibadah.

Di Aceh, sebanyak 393 calon haji kloter pertama telah memasuki Asrama Haji Embarkasi Aceh sejak pagi hari. Jemaah yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar ini langsung menjalani serangkaian proses, termasuk pemeriksaan kesehatan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan.

Meski sekitar 60 persen jemaah tergolong lanjut usia (lansia), seluruhnya dinyatakan dalam kondisi layak terbang. Selain itu, para jemaah juga menerima berbagai dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, kartu Nusuk, serta uang saku atau living cost sebesar 750 riyal.

Kloter pertama ini dijadwalkan berangkat pada Rabu dini hari melalui Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara King Abdulaziz di Madinah. Tahun ini, jemaah juga mendapatkan peningkatan layanan berupa akses keberangkatan melalui terminal VIP dan garbarata, tanpa harus menaiki tangga pesawat seperti sebelumnya.



Sementara itu di Medan, kloter 13 dijadwalkan masuk asrama haji pada siang hari, sementara kloter 12 telah diberangkatkan lebih dulu dengan total 358 jemaah. Dari jumlah tersebut, dua jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.

Secara keseluruhan, sebanyak 4.257 atau 71,88 persen jemaah asal Sumatra Utara telah diberangkatkan melalui embarkasi ini. Sisanya akan diberangkatkan secara bertahap hingga 11 Mei 2026.

Adapun di Bekasi, proses pemberangkatan jemaah menuju Bandara Soekarno-Hatta telah dimulai sejak pagi hari. Sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dalam satu kloter, setelah sebelumnya menjalani masa karantina sekitar 18 jam di Asrama Haji Bekasi.

Selama di asrama, jemaah mendapatkan pembekalan berupa arahan ibadah, pemeriksaan kesehatan, serta fasilitas akomodasi yang memadai. Mereka juga menerima kartu Nusuk sejak di embarkasi, yang mempermudah akses layanan selama berada di Arab Saudi.

Fasilitas di Asrama Haji Bekasi juga telah disiapkan untuk menampung lebih dari 12 ribu jemaah, dengan kamar berkapasitas 4 hingga 5 orang serta sarana pendukung seperti koper, perlengkapan ibadah, dan layanan kesehatan.

Pemerintah terus melakukan berbagai peningkatan layanan guna memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah haji tahun ini, termasuk digitalisasi layanan melalui kartu Nusuk serta perbaikan sistem keberangkatan di bandara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)