Evakuasi Korban Selesai, KAI Serahkan ke KNKT untuk Investigasi

28 April 2026 16:46

Bekasi: Korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat (Jabar) telah berhasil dievakuasi sepenuhnya. Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi guna mengungkap penyebab utama kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line PLB 5568A relasi Cikarang–Kampung Bandan dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. 

Sebelumnya kejadian ini diduga terjadi akibat adanya miskomunikasi atau human error. Namun PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan akan tetap menunggu hasil investigasi dari KNKT.

"Kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab kecelakaan kereta malam ini," ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Meski proses evakuasi korban telah selesai, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi kejadian dengan membuka posko pengaduan bagi keluarga yang mencari atau kehilangan anggota keluarganya.
 

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Bermula Taksi Listrik Mogok di Rel

Kronologi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur

Kecelakaan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek PLB 4B relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di titik sekitar KM 28+920.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa berawal saat KRL berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur ketika sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang. Penghentian ini disebabkan oleh adanya mobil taksi listrik yang tertabrak oleh rangkaian KRL lain dari arah berlawanan di area perlintasan dekat stasiun.

"Commuter Line yang berhenti lantaran Commuter Line yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," kata salah satu penumpang yang selamat, Munir. 

Taksi tersebut dilaporkan tiba-tiba mogok saat tengah melintas dari arah Duren Jaya melalui Jalan Ampera menuju Jalan Ir. Juanda. Saat hendak didorong ke pinggir jalan, sebuah kereta datang dan menyeret kendaraan tersebut hingga sekitar 100 m dan akhirnya hancur parah.

"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Penjaga perlintasan (swadaya) sudah teriak menyuruh keluar. Mobil didorong-dorong tidak kuat, keburu datang kereta, akhirnya menabrak," ungkap seorang warga setempat, Saman. 

KRL Commuter Line yang saat itu tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur tiba-tiba ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," kata seorang penumpang selamat, Andi.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)