20 January 2026 18:21
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di lereng Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Salah satu penumpang yang masih dinantikan kabarnya adalah pramugari Esther Aprilita Sianipar.
Orang tua Esther hingga kini masih menaruh harapan besar akan adanya mukjizat Tuhan, sembari menunggu kepastian hasil pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan. Ibunda Esther berharap anak sulungnya dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
“Selama kami belum melihat Esther, kami masih berharap. Mukjizat Tuhan pasti ada,” ujar sang ibu dengan suara bergetar.
Esther Aprilita Sianipar merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Selama enam tahun berkarir sebagai pramugari, Esther menjadi kebanggaan sekaligus tumpuan harapan keluarga. Di rumah keluarga di Bogor, sang ibu mengenang komunikasi terakhir dengan putri tercintanya yang terjadi pada Jumat malam sebelum insiden.
“Terakhir kami chatting hari Jumat malam. Dia bilang sedang di Jogja. Biasanya besoknya dia pasti kabar, ‘aku sudah sampai Mah’. Tapi Sabtunya tidak ada komunikasi, dan ternyata terjadi kejadian itu,” tutur sang ibu, J Siburian.
| Baca juga: BMKG Ungkap Ada Awan Cumulonimbus di Maros Saat Insiden ATR |