.,
25 January 2026 15:08
Sudah satu minggu banjir merendam wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tanpa tanda-tanda surut. Kondisi tersebut bahkan memburuk karena ketinggian air terus bertambah.
Air Sungai Ci Beet yang berada di perbatasan Kabupaten Karawang dan Bekasi meluap ke permukiman serta persawahan di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat. Derasnya arus membuat warga yang mengungsi harus menggunakan tali agar tidak terseret.
Petugas gabungan yang bersiaga di lokasi turut membantu warga melintasi jalur berbahaya tersebut. Banjir akibat luapan Sungai Ci Beet ini bukan kali pertama terjadi dan kerap berulang setiap musim hujan karena belum adanya penanganan permanen, termasuk pembangunan tanggul.
Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Warga terdampak bahkan harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Banjir setinggi itu membuat rumah-rumah warga terendam dan jalur distribusi logistik terputus.
Meski banjir di daerah Karawang merupakan peristiwa yang sudah sering terjadi, warga menilai hal ini tak seharusnya dianggap biasa. Sebagian warga memang mengaku terbiasa dan memilih tidak mengungsi, tetapi bukan berarti penanganan oleh pemerintah dapat berjalan tanpa evaluasi. Banjir berulang memperlihatkan perlunya langkah mitigasi yang lebih kuat supaya dampaknya dapat diminimalisir.