Banjir Cengkareng dan Periuk Belum Surut, Aktivitas Warga Terganggu

9 March 2026 13:44

Cengkareng: Banjir akibat curah hujan tinggi masih merendam kawasan Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), dan Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sejak Minggu pagi. Genangan air yang belum surut membuat aktivitas warga terganggu, sementara kondisi air yang kotor juga mulai menimbulkan keluhan sejumlah penyakit di kalangan warga.

Banjir menggenang Kecamatan Cengkareng, Jakbar

Banjir merendam tiga RT di wilayah RW 5, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Warga menyebut banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu malam.

Akibatnya, ketinggian air sempat mencapai sekitar 1 meter sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi ke masjid terdekat. Namun, ada juga warga yang memilih bertahan di rumah, terutama yang memiliki bangunan dua lantai. Saat ini, banjir mulai berangsur surut dengan ketinggian air tersisa sekitar 10–15 cm.

Ketua RT Deden Hidayat mengungkapkan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 600 kepala keluarga dengan total hampir 1.000 jiwa. Ia juga menyebut banjir kerap melanda kawasan tersebut, namun kondisi kali ini menjadi salah satu yang paling parah.

"Kalau untuk totalnya kira-kira kurang lebih kalau untuk KK hampir 600. Terus untuk jiwa mungkin hampir 1.000 begitu. Karena ini memang rawan banjir dan ini banjir terparah," tutur Deden, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 9 Maret 2026. 

Deden menyebutkan selama banjir berlangsung, para warga memperoleh bantuan makanan siap saji untuk sahur dan berbuka dari pihak kelurahan serta dinas sosial. Namun hingga saat ini, bantuan berupa pompa air masih belum diterima warga.
 

Baca Juga: Update Banjir Jakarta: 115 RT dan 16 Jalan Masih Terendam

Banjir merendam Kecamatan Periuk, Tangerang

Banjir merendam empat RW di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, tepatnya RW 8, RW 9, RW 11, dan RW 13 sejak Minggu pagi. Dari wilayah tersebut, RW 8 menjadi area yang paling terdampak karena ketinggian air mencapai sekitar 3 m.

Sejumlah warga telah dievakuasi sejak kemarin ke masjid yang berada di lokasi lebih tinggi. Namun, masih ada sebagian warga yang memilih tetap bertahan di rumah karena posisi bangunannya cukup tinggi atau memiliki bangunan dua lantai. 

Banjir di kawasan tersebut tercatat sudah terjadi dua kali sejak awal 2026. Namun, warga menilai banjir kali ini merupakan yang paling parah dibanding sebelumnya. Selain mengganggu aktivitas, sebagian warga juga mulai mengeluhkan munculnya penyakit seperti diare akibat air banjir yang kotor. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)