Kisah Inspiratif Hafiz asal Sidoarjo yang Bidik Kuliah di Stanford University

14 March 2026 22:04

Sosok Ahmad Bahtiar Arnawa Yafi, seorang remaja asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuktikan bahwa ketekunan spiritual dan ambisi akademik dapat berjalan beriringan. Siswa kelas 12A Madrasah Aliyah (MA) Dafi Anggaswangi, Buduran ini, merupakan seorang hafiz yang telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur'an sejak duduk di bangku kelas 3 SMP.

Bukan sekadar penghafal kitab suci, Bahtiar juga berhasil menyabet medali emas bidang ekonomi dalam ajang Superstar Science Olympiad (SSO) MAN Batam, menyingkirkan ratusan peserta dari berbagai daerah. Kini, ia memfokuskan energinya untuk mewujudkan mimpi besar yakni melanjutkan studi di Stanford University, California, Amerika Serikat, demi menjadi seorang pebisnis global.

Bahtiar memilih menjadi hafiz Quran semata-mata karena Allah bukan untuk kepentingan duniawi. Menurutnya, menjaga amanah dengan menghafal kitab suci adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada Sang Pencipta.

"Kalau untuk niat awal saya itu mungkin agak berbeda dari yang lain. Mungkin kalau yang lain kan ngejar beasiswa, habis itu dapat keuntungan dunia dan sebagainya. Kalau saya, niat saya cuma satu sebenarnya, Pak, cuma untuk Tuhan," ujar Bahtiar.
 

Baca juga: Sosok Muhammad Haikal, Remaja Balikpapan Juara MTQ MABIMS di Brunei

Perjalanan Bahtiar tidaklah instan. Di saat remaja seusianya sibuk dengan tren media sosial, ia menerapkan disiplin ketat dengan target menghafal satu juz setiap dua minggu. Ia mengakui bahwa tantangan terberat adalah menahan nafsu untuk bersenang-senang demi mengejar fokusnya.

"Menahan nafsu saat melihat teman-teman yang lain bermain, melihat yang lain itu bersukaria, saya justru malah menghafal dan fokus dengan apa yang saya ingin dapatkan. Itu sangat berat," ungkapnya. Namun, ia memilih untuk mengejar kesenangan yang bersifat abadi daripada yang bersifat temporal.

Untuk memuluskan langkahnya ke Stanford University, Bahtiar tidak main-main dalam mempersiapkan diri. Saat liburan sekolah, ia memilih untuk belajar secara intensif di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Hasilnya pun memuaskan, di mana nilai-nilai yang ia dapatkan tercatat sebagai yang terbaik.

Meski sudah menyandang status hafiz 30 juz, Bahtiar hingga kini tetap rutin melakukan murajaah atau mengulang hafalan agar ayat-ayat yang telah dihafalnya tidak terlupakan. Baginya, keseimbangan antara ketekunan sebagai hafiz dan ambisi menjadi pebisnis global adalah jalan yang harus ia perjuangkan dengan penuh dedikasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)