Sejumlah daerah di Kalimantan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan yang semakin meluas, bahkan mulai mengganggu aktivitas masyarakat, membatasi jarak pandang lalu lintas, dan berdampak terhadap kesehatan warga.
Titik api masih terus bermunculan dan belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Kabut asap pekat menyelimuti sebagian besar wilayah kota dan berdampak langsung terhadap penurunan kualitas udara dan risiko kesehatan. Kondisi ini memaksa masyarakat harus menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah maupun saat berkendara.
Kabut asap pun membuat jarak pandang menurun. Para pengendara harus menyalakan lampu kendaraan sepanjang hari untuk menghindari risiko kecelakaan. Berdasarkan data BMKG per 27 Juli 2026, kualitas udara di Kota Palangkaraya masuk dalam kategori tidak sehat.
"Ya memang kalau dilihat dari kondisi real-nya, cuaca di Kota Palangkaraya ini beberapa hari ini memang sudah kelihatan agak mengganggu. Nah, kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya ya mengimbau kepada masyarakat sebaiknya mulailah menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan." kata Plt Kadis Lingkungan Hidup Palangka Raya, Untung Sutrisno, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026.
Sementara di wilayah Kalimantan Tengah lainnya, kebakaran melanda lahan gambut Desa Eka Bahurui, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sudah tiga pekan lamanya kebakaran melanda lahan seluas delapan hektar ini, dan api terus meluas membakar bagian bawah permukaan gambut.
Guna mengatasi kebakaran, tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Damkar, dan Manggala Agni terus berjibaku memadamkan api di tengah cuaca panas. Tidak tersedianya air di sekitar lokasi membuat tim gabungan kesulitan untuk memadamkan api.
"Sementara parit sudah dalam kondisi kering, jadi tidak ada air sehingga apabila kita memadamkan juga ada kesulitan di sisi air pemadaman. Dan kebakaran ini terus meluas sebenarnya, bahkan sampai ke kebun yang ada di yang sudah ditanam oleh masyarakat barusan sepuluh hari yang lalu. Ini bagian belakang." ucap Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam.
Di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sepuluh hektar lahan gambut yang ditumbuhi hutan semak belukar juga terbakar. Puluhan petugas Damkar gabungan, PMI, BPBD, serta Damkar swasta terus berjibaku memutus sebaran api agar
kebakaran tidak semakin meluas.
Sejumlah warga yang berdomisili di dekat lokasi kebakaran terpaksa dievakuasi ke tempat aman. Kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat juga dipicu musim kemarau yang diprediksi akan terus berlangsung hingga September mendatang. Berdasarkan data BPBD Kalbar, sebanyak delapan kabupaten telah menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan hingga akhir tahun ini.