Empat Warga Gaza Meninggal Tertimpa Reruntuhan Bangunan Akibat Angin Kencang

14 January 2026 14:41

Di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung, warga Palestina di Jalur Gaza kini harus menghadapi tantangan baru dalam bertahan hidup. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas di Gaza bagian tengah setelah hujan lebat dan angin kencang menghantam kamp-kamp pengungsian darurat.

Cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan parah pada tenda-tenda pengungsi. Peristiwa ini terjadi ketika dinding bangunan yang sudah rapuh akibat perang roboh dan menimpa hunian darurat di bawahnya.

Pihak rumah sakit di Kota Gaza mengonfirmasi identitas para korban tewas dalam peristiwa tersebut. Korban terdiri dari dua orang perempuan dewasa, seorang remaja perempuan, dan seorang pria lanjut usia.

Keempatnya dilaporkan sedang berada di dalam tenda di wilayah pesisir saat sebuah dinding bangunan yang rusak akibat konflik runtuh dan menimpa mereka. Kondisi bangunan yang sudah tidak stabil membuat cuaca buruk dengan mudah memicu keruntuhan fatal.
 

Baca juga: Hujan Salju Lebat Landa Serbia

Sementara itu, di wilayah Az-Zawaida bagian tengah Gaza, terlihat warga berjibaku di tengah genangan air untuk memperbaiki tenda-tenda mereka yang roboh. Dengan peralatan seadanya, mereka mencoba menguras air yang merendam tempat tidur dan harta benda yang tersisa.

Sebagian besar penduduk Gaza saat ini masih terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat karena rumah mereka telah hancur total akibat perang yang berkepanjangan. Musim dingin yang datang bersama badai memperparah penderitaan jutaan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah kelompok bantuan kemanusiaan internasional menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini. Mereka menyebutkan bahwa bahan-bahan perlindungan darurat seperti terpal, kayu, dan perlengkapan musim dingin belum cukup banyak masuk ke Gaza untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Meski secara politik gencatan senjata masih berlaku, kondisi hidup di pengungsian dinilai tetap sangat berisiko tinggi. Tanpa adanya hunian yang layak dan bantuan yang memadai, musim dingin diprediksi akan terus mengancam keselamatan para pengungsi yang kondisinya kian rentan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)