Nagekeo: Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, bergerak cepat dalam menangani dampak kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi terdampak, Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan sarana dan prasarana publik.
"Saya meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data awal lokasi dan infrastruktur yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan menjadi dasar bagi tim Kementerian PU untuk melakukan verifikasi di lapangan dan segera memulai pekerjaan perbaikan," ujar Dody dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa 18 Agustus 2026.
Selain infrastruktur umum, Menteri Dody juga menaruh perhatian serius pada hunian warga yang hancur. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengkaji dua opsi skema pembangunan kembali rumah masyarakat, yaitu melalui pembangunan kawasan komunal atau perbaikan rumah secara individu.
"Terkait rumah rusak, nanti kita lihat apakah bisa dibuat secara komunal atau harus satu per satu. Ini tergantung pada masukan dari Pak Bupati dan Pak Gubernur, serta yang paling penting adalah kesiapan tanahnya," ungkapnya.
Baca Juga :
Pemulihan berorientasi pada masyarakat
Dody menekankan keberhasilan pekerjaan Kementerian PU tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.
"Bagi kita di Kementerian PU ukurannya sederhana, apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan hidup rakyat. Pekerjaan kita belum selesai ketika konstruksi selesai, pekerjaan kita selesai ketika air benar-benar sampai ke sawah," tegas dia.
Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar dalam percepatan pemulihan infrastruktur setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT.
Tinjau langsung
Dody telah turun langsung ke Kabupaten Nagekeo untuk melihat kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan penanganan infrastruktur berjalan cepat. Dalam kunjungan tersebut, Dody menemui masyarakat yang berada di lokasi pengungsian dan meninjau sejumlah bangunan yang terdampak gempa.
Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan infrastruktur bagi masyarakat terdampak.
Selain melakukan peninjauan, Dody berkoordinasi dengan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komando Distrik Militer (Kodim) Nagekeo, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pendataan kerusakan akibat gempa serta penanganan infrastruktur yang terdampak. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT juga telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terdampak longsor maupun kerusakan badan jalan.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores berdampak pada sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Kementerian PU memastikan penanganan infrastruktur terus dilakukan selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Upaya tersebut mencakup pemulihan akses transportasi serta fasilitas dasar yang terdampak bencana.