Tapteng Kembali Diterjang Banjir, Bupati Masinton Minta Warga Waspada

12 February 2026 20:59

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tanah longsor. Peringatan ini disampaikan menyusul bencana banjir yang kembali menghantam enam kecamatan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Masinton menegaskan bahwa curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Rabu sore hingga malam hari tidak hanya menyebabkan sungai meluap, tetapi juga membuat kondisi tanah menjadi labil dan rawan bergerak.

"Masyarakat sudah kita evakuasi dan kita imbau untuk menyelamatkan diri, menghindari daerah-daerah banjir, dan juga mewaspadai potensi adanya longsoran tanah," tegas Masinton Pasaribu saat meninjau lokasi terdampak.
 

Baca juga:
Hujan Deras, Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir

Dilaporkan banjir kali ini diperparah oleh rusaknya infrastruktur penahan air. Tanggul-tanggul darurat yang sebelumnya dibangun pemerintah pasca-banjir akhir tahun lalu, kini kembali jebol tak kuat menahan debit air.

"Hujan deras mengakibatkan daerah yang sebelumnya terdampak kembali mengalami banjir. Air mengalir sangat deras serta dipenuhi oleh kayu," jelas Masinton.

Material kayu dan sedimen yang terbawa arus deras inilah yang menghantam permukiman warga dan merusak tanggul, sehingga potensi bahaya bagi warga di sekitar bantaran sungai maupun lereng bukit meningkat drastis.

Enam Kecamatan Terdampak

Berdasarkan data di lapangan, banjir melanda enam kecamatan, dengan empat di antaranya mengalami dampak paling parah, yakni Kecamatan Tukka, Sarudik, Pandan, dan Barus.

Di Kecamatan Tukka, situasi cukup memprihatinkan. Warga yang sebelumnya sempat kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut, kini terpaksa harus dievakuasi kembali ke pos pengungsian karena air naik dengan cepat.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kini fokus melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman sembari memantau titik-titik rawan longsor guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)