24 May 2026 23:35
Bagi sebagian warga, mendapatkan akses kesehatan yang layak masih menjadi tantangan besar akibat kendala biaya maupun administrasi. Harapan ini kembali hadir di tengah perayaan Waisak, di mana ribuan warga rela mengantre demi mendapatkan tindakan medis hingga operasi gratis yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, sejak 23 hingga 24 Mei, Taman Lumbini Candi Borobudur dipadati warga yang hendak mengakses layanan kesehatan gratis tersebut. Layanan yang disediakan sangat komprehensif, meliputi pengobatan umum dan spesialis, poli gigi, pemeriksaan mata beserta pemberian kacamata baca, hingga operasi katarak, bedah minor, operasi bibir sumbing, dan skrining TB paru.
Wujud Nyata Kepedulian Sosial dan Welas Asih
Wakil Ketua Panitia Waisak Walubi, Karuna Murdaya, menyatakan bahwa bakti sosial (baksos) ini merupakan manifestasi langsung dari ajaran Buddha mengenai kepedulian sosial dan cinta kasih terhadap sesama makhluk.
"Kami sudah melakukan baksos di seluruh Indonesia sejak tahun 90-an, dan rutin di Borobudur sejak tahun 2001. Acara ini spesial bagi Walubi karena berdekatan dengan momen Waisak, yang menjadi waktu terbaik untuk refleksi dan praktik agama. Salah satu ajaran terpenting dalam agama Buddha adalah kepedulian sosial dan welas asih. Baksos ini adalah wujud nyata praktik ajaran Dharma dengan skala yang signifikan bagi masyarakat di sekitar Borobudur," jelas Karuna Murdaya.
Angin Segar bagi Warga
Bagi warga seperti Ibu Zuriah, program ini benar-benar menjadi angin segar di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya. Dua hari sebelumnya, ia telah melakukan skrining dan berhasil menjalani operasi katarak secara gratis melalui program ini.
"Saya sempat mengajukan KIS (Kartu Indonesia Sehat), tetapi ditolak karena dinilai masuk desil di atas enam. Padahal saya tidak bekerja dan suami hanya seorang sopir yang penghasilannya pas-pasan untuk makan sehari-hari. Kemarin saya skrining di Mendut, berlanjut operasi di RST, dan hari ini tinggal pengecekan. Pengobatan gratis ini sangat bermanfaat, saya sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu," ungkap Ibu Zuriah penuh haru.
Antusiasme Tinggi dan Pengawalan Pasca-Operasi
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari jumlah kunjungan yang terus melonjak setiap harinya. Koordinator Baksos Pengobatan Gratis Waisak Walubi, Jeffri S. Tanudjaja, memastikan bahwa tim medis bekerja keras melayani ribuan warga dan tetap memberikan pengawalan intensif bagi pasien pasca-operasi.
"Kemarin kami melayani sekitar 3.600 pasien, mulai dari pasien umum, gigi, mata, bedah minor, hingga katarak. Hari ini sepertinya jumlah pasien akan terus bertambah, namun kami optimis bisa menanganinya dengan baik. Kami juga melakukan kontrol untuk sekitar 60 pasien yang kemarin sudah dioperasi katarak. Kami tidak meninggalkan pasien begitu saja, melainkan terus melakukan pemeriksaan ulang secara berkala pada H+1, H+7, dan H+28," tegas Jeffri.
Aksi sosial kemanusiaan ini diharapkan dapat memberikan dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya, sekaligus menjadi momentum indah untuk saling berbagi kebaikan di Hari Raya Waisak.