Madinah: Usia senja bukan halangan untuk menjemput rindu ke Baitullah. Di Makkah, Arab Saudi, seorang jemaah lansia berusia 80 tahun asal embarkasi Palembang menjadi sorotan karena kebugarannya. Meski harus menanti selama 13 tahun, ia tetap tangguh menjalankan rangkaian ibadah tanpa kursi roda, bahkan merasa dilayani bak seorang raja.
Senyum sumringah terpancar dari wajah Epa, jemaah haji asal Embarkasi Palembang, saat menyambut kedatangan tim bimbingan ibadah dan kesehatan di hotelnya, kawasan Jarwal, Makkah. |
Meski sempat dilaporkan mengalami kenaikan tekanan darah, Nenek Epa mengaku hal itu bukan karena sakit, melainkan debaran haru. Bagaimana tidak? Setelah menanti 13 tahun, ia akhirnya sampai di Tanah Suci.
Tak sendirian, Epa melewati hari-harinya bersama sahabat sesama jemaah. Baginya, pelayanan petugas haji yang sigap membuat rutinitas ibadah terasa sangat istimewa.
Tahasia kebugaran Nenek Epa ternyata sederhana. Di kampung halamannya, ia terbiasa naik-turun tangga rumah panggung hingga 40 kali sehari. Kekuatan fisiknya ini pun ditopang kedisiplinan spiritual, seperti tahajud dan tadarus Alquran yang tak pernah putus sejak di Madinah.
Kisah Nenek Epa adalah potret keberhasilan layanan 'jemput bola' yang diusung
PPIH Arab Saudi. Petugas mendatangi langsung kamar jemaah lansia untuk memberikan edukasi manasik dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Kini, Nenek Epa fokus menjaga kondisi fisik demi menyambut puncak haji pada akhir Mei mendatang. Sebuah bukti, bahwa panggilan ke Tanah Suci akan selalu dimudahkan bagi mereka yang memiliki keyakinan kuat.
Tim liputan Media Center Haji, Akmal Fauzi, Makkah, Arab Saudi.