NEWSTICKER

Indonesia Setop Kirim Pekerja Migran ke Malaysia, Siapa yang Dirugikan?

15 July 2022 20:03

Lantas apa yang diharapkan pemerintah Indonesia terkait pekerja migran yang akan bekerja di Malaysia? Lalu siapa yang akan dirugikan atas penghentian sementara pengiriman pekeja migran Indonesia ini? Indonesia atau Malaysia?

Dubes RI untuk Malaysia, Hermono merespon terkait pernyataan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Hamzah Zainuddin yang mengatakan bahwa masih ada 15 negara lainnya yang pekerja asingnya bisa digunakan. Hermono mengungkapkan bahwa bisa dilihat kedepannya siapa yang merugi, karena pihak Malaysia yang melanggar bukan Indonesia. 

Dubes RI untuk Malaysia, Hermono mengatakan bahwa secara resmi, Malaysia tidak pernah menyampaikan keberatan terkait MoU yang ditandatangani kedua belah pihak. Menurutnya, MoU ditandatangani atas kesepakatan kedua belah pihak, bukan Indonesia yang membuat sendiri. Tapi dalam kenyataannya, ditemukan bahwa Malaysia tetap menggunakan sistem perekrutan yang mengkonfersi visa kunjungan melalui Sistem Maid Online. 

Hermono menjelaskan bahwa SMO ini sangat merugikan pekerja Indonesia karena pekerja tidak terlindungi dan banyak sekali masalah yang timbul dari cara-cara perekrutan seperti ini. Oleh sebab itulah di dalam MoU ini diharapkan hal yang selama ini terjadi seperti gaji tidak dibayar 12 tahun hingga 17 tahun tidak terjadi lagi. 

Selain itu, Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah mengungkapkan bahwa dengan Malaysia tidak menghormati MoU yang baru ditanda tangani itu adalah arogan. Selain itu, dengan mengatakan bahwa masih ada 15 negara lain yang bisa menyuplai tenaga kerja asing di Malaysia itu adalah sebuah arogansi. 

Anis juga mengatakan bahwa Indonesia sudah benar harus mengambil langkah yang tegas dengan menghentikan penempatan pekerja migran ke Malaysia. Hal ini dikarenakan Malaysia cukup tergantung terhadap Indonesia.