NEWSTICKER

Sambo, Dalang Skenario Pembunuhan Brigadir J

28 December 2022 22:10

Kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat menjadi kasus yang paling disorot pada 2022. Pasalnya, kasus ini didalangi oleh seorang inspektorat jenderal polisi bernama Ferdy Sambo. Bukan hanya pembunuhan, kasus ini juga melebar ke kasus perintangan penyidikan yang menyeret banyak perwira Polri.

Di awal Juli 2022, publik dikagetkan dengan peristiwa polisi tembak polisi di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri kala itu, Ferdy Sambo. Keluarga korban Brigadir J di Jambi merasakan sejumlah kejanggalan saat keluarga dilarang membuka peti jenazah Yosua.

Meski akhirnya diizinkan membuka peti jenazah, keluarga Yosua akhirnya menemukan sejumlah luka yang aneh di tubuh Yosua. Keluarga Yosua pun meminta Polri untuk melakukan autopsi ulang atau ekshumasi. Permintaan ekshumasi ini disetujui kasus yang semula berada di bawah Polres Jakarta Selatan ini pun kemudian ditangani langsung oleh  Polri.

Saat itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus. Dari hasil penyelidikan, tim khusus Polri menemukan fakta bahwa insiden di Duren Tiga bukan lah peristiwa polisi tembak polisi, melainkan kasus penembakan alias pembunuhan berencana. 

Polri pun akhirnya  menetapkan atas Yosua, Ferdy Sambo sebagai tersangka bersama Richard Eliezer, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.

Kasus pembunuhan berencana Yosua pun mulai bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sejak 17 oktober 2022. Di persidangan, jaksa penuntut umum mendakwa Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan dengan menyuruh Richard Eliezer untuk menembak Yosua di rumah dinas Duren Tiga. 

Selain kasus pembunuhan berencana Yosua, Ferdy Sambo juga menjadi terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice bersama lima mantan anak buahnya, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.